Minggu, 27 Maret 2016

RAPAT KOORDINASI NASIONAL (RAKORNAS) LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ & SHODAQOH MUHAMMADIYAH (LAZISMU) SE-INDONESIA.


InsyaAllah. LAZISMU akan menyelenggarakan RAKORNAS se-Indonesia di kota Sidoarjo Jatim, pada tanggal 7-9 April 2016 di The Sun Hotel dan Gedung Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Tema RAKORNAS adalah Terciptanya konsolidasi yang kuat, legal dan profesional. Akan hadir pada acara tersebut Ketua Umum PP. Muhammadiyah DR. Haedar Nashir, Gubernur Jatim Pakde Karwo dan Ketua BAZNAS Pusat, Bambang Sudibyo.
LAZISMU, adalah Lembaga Zakat Nasional Muhammadiyah yang berdiri pada tanggal 14 Juli 2002, dan dikukuhkan melalui SK Kementerian Agama Republik Indonesia nomor 457 tanggal 21 November 2002.
Persyarikatan Muhammadiyah, sebagai sebuah organisasi memiliki struktur mulai dari tingkat pusat (nasional), wilayah (provinsi), daerah (kabupaten/kota), cabang (kecamatan) sampai dengan ranting (kelurahan/desa). Pada setiap level organisasi Muhammadiyah itu, terdapat lembaga atau majelis yang secara hirarki masing masing lembaga dan majelis tersebut memiliki hubungan structural dengan lembaga atau majelis pada masing-masing levelnya. Sementara LAZIS Muhammadiyah (LAZISMU) sebagai sebuah lembaga telah diputuskan atau ditetapkan tidak memiliki hubungan structural secara hirarki antara LAZISMU yang ada di level Nasional dengan LAZISMU yang ada di Provinsi, Kabupaten/Kota dan/atau Kecamatan. Hubungan yang ada hanyalah hubungan koordinatif dan sinergi sebagai sebuah jejaring, karena masing-masing dibawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Saat ini, Lembaga ZIS yang berada dalam naungan Persyarikatan Muhammadiyah telah tercatat sebanyak 157 lembaga yang berada di struktur maupun Amal Usaha Muhammadiyah (seperti; Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi) LAZ-LAZ ini tidak memiliki hubungan hirarki secara structural dengan LAZISMU ditingkat Nasional. Sehingga belum ada keseragaman dalam mengusung branding kelembagaan serta konsolidasi perolehan hasil penghimpunan serta pemanfaatan dana ZIS secara Nasional.

Kamis, 24 Maret 2016

MEWUJUDKAN HARAPAN SAHABAT DISABILITAS


Kita tentu merasa iba atau kasi-han melihat orang, saudara atau teman kita yang menyan-dang cacat atau disabilitas, baik fisik maupun mental. Perasaan itu dapat menggugah dan menyadarkan diri kita bahwa kita patut bersyukur atas kondisi tubuh dan mental kita dalam keadaan sehat lahir dan batin.

Seorang mukmin yang sehat bila melihat penyandang Disabilitas akan dapat mengetahui kenikmatan Allah SWT dan bersyukur atas nikmat tersebut, seraya memohon kepadaNya untuk memberinya keselamatan. Ia juga tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah tidak akan menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Allah juga tidak akan mensyariatkan sesuatu yang tidak memiliki kemasla-hatan bagi hamba-hamba-Nya. Segala yang ada adalah di bawah kekuasaan dan kehendak-Nya, termasuk mereka yang dalam kondisi disabilitas.

Disabilitas merupakan suatu ketidakmampuan tubuh dalam mela-kukan suatu aktifitas atau kegiatan ter-tentu sebagaimana orang normal pada umumnya, yang disebabkan oleh kon-disi ketidakmampuan dalam hal fisiolo-gis, psikologis dan kelainan struktur atau fungsi anatomi.

Dahulu disabilitas lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan penyandang cacat. Ada istilah-istilah yang diidentikkan dengan penyandang cacat seperti tuna netra, tuna grahita, dan sebagainya. Kini sudah tidak lagi menggunakan istilah penyandang cacat, namun telah diganti dengan istilah penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas meru-pakan orang yang mempunyai keterba-tasan mental, fisik, intelektual maupun sensorik yang dialami dalam jangka waktu lama. Ketika penyandang disabi-litas berhadapan dengan hambatan maka hal itu akan menyulitkan mereka dalam berpartisipasi penuh dan efektif dalam kehidupan bermasyarakat berdasarkan kesamaan hak.

Selasa, 15 Maret 2016

AMIL HARUS BERPERAN AKTIF


Oleh : Khoirul Muttaqin, Direktur Utama Lazismu Pusat.

Zakat merupakan salah satu sendi pemberdayaan masyarakat. Dalam managemen pengelolaan zakat di masa Rasulullah, ada prinsip-prinsip yang bisa diteladani dalam konteks umat Islam hari ini. Sampai kepada masa Rasulullah, baik untuk menarik maupun membagikan zakat itu dengan cara didatangi langsung. Ada peran amil yang secara langsung datang ke rumah-rumah atau komunitas di masa Rasulullah. Bahkan sampai ke kerajaan lain yang berada di bawah payung kekhalifahan Khulafaur Rasyidin akan didatangi oleh utusan dari baitul mal. Pada masa itu, baik penerima maupun pemberi zakat sama-sama dilayani dan didatangi ke tempat yang bersangkutan.

Hal ini sangat berbeda dengan kondisi sekarang. Kini, para penerima zakat harus antri ke rumah pemberi zakat. Maka, apa yang sudah diteladankan Rasul dan para sahabat bisa menjadi pembelajaran untuk mencegah pembagian zakat langsung yang cenderung ricuh atau anarkis. Alih-alih mengumpulkan massa di depan rumah, lebih baik mendatangi langsung penerima zakat.

Senin, 14 Maret 2016

SDBL (Sosialisasi Dan Baksos Lazismu)

  

SDBL (Sosialusasi Dan Baksos Lazismu) pada hari ahad tanggal 13 Maret 2016 telah dilaksanakan di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mulyorejo yang bertempat di SD Muhammadiyah 8 Surabaya.

Hadir Para Pengurus PCM, warga dan seluruh simpatisan Muhammadiyah di PCM Mulyorejo. Kegiatan SDBL ini disamping untuk bersilaturrahim ke masyarakat juga dalam rangka pengembangan Lazismu guna menjaring Muzakki di Cabang Muhammadiyah serta dibentuknya UPZ di setiap Kecamatan. Alhamdulillah dalam pertemuan ini berhasol dihimpun 25 orang donatur baru. Semoga dengan bertambahnya donatur semakin banyak bantuan yang bisa di berikan kepada kaum dhuafa.

Kegiatan SDBL ini dibarengi program Aksi Peduli Dhuafa' yang mengundang 20 warga yang masih kurang beruntung untuk diberikan santunan berupa bahan makanan dan uang dengan harapan bisa membantu meringankan beban dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Semoga manfaat. Aamiin. (Narko).

Kamis, 10 Maret 2016

BANTUAN UNTUK BENAH RUMAH YANG HAMPIR ROBOH

LAZISMU MEMUKUL KENTONGAN BANTU REHAB RUMAH YANG HAMPIR ROBOH... 





Rabu, 10 Februari 2016 Crew Lazismu yang dipimpin oleh Ketuanya, Sunarko berkunjung ke rumah Ibu Siti Maimunah di Jl. Tambangboyo 138 Surabaya. Kunjungan ke rumah ibu Siti Maimunah seorang Janda dengan 7 anak adalah dalam rangka membantu meringankan beban Ibu St. Maimunah dimana pada hari sabtu malam tanggal 5 Februari 2016 rumahnya roboh karena di terpa angin dan hujan.

Rabu, 02 Maret 2016

Ambulance in Action

Layanan Ambulan Lazismu Surabaya : 081938153914, 031-3824240 dan 031-3824230
     
 
 

Senin, 29 Februari 2016

PENYERAHAN SANTUNAN KEPADA WARGA KURANG MAMPU DI MASJID A.YANI SIDOYOSO



 
Pemberian bantuan sembako dan uang kepada 30 orang Dhuafa (Fakir-Miskin) di Masjid A. Yani PCM Simokerto. Kegiatan itu juga diselingi dengan sosialisasi ZIS oleh tim Lazismu Surabaya.

Selasa, 16 Februari 2016

UU ZAKAT DAN REPOSISI LAZISMU


by: Dr Hilman Latief, Ketua LAZISMU Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020.
Lembaga amil zakat nasional saat ini dihadapkan pada tantangan yang lebih berat seiring dengan perkembangan regulasi perzakatan di Indonesia. Pasca revisi terhadap  UU No 38 Tahun 1999, dan lahirnya UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,  pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang mengatur keberadaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun lembaga amil zakat (LAZ). Dari serentetan peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah, salah satu yang erat bertali temali dengan  keberadaan lembaga amil zakat, termasuk LAZISMU, adalah Keputusan Menteri Agama Nomor 333 tentang Pedoman Pemberian Izin Pembentukan Lembaga Amil Zakat.
Sejak disahkannya UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, memang masih terjadi tarik menarik antara BAZNAS, sebagai lembaga amil zakat yang didirikan oleh pemerintah dan LAZ lembaga amil yang didirikan oleh masyarakat sipil, baik terkait masalah otoritas kelembagaan, pemberian sanksi, perijinan pendirian lembaga, dll. Keputusan Menteri Agama Nomor 333 lebih tegas menyatakan tentang persyaratan pendirian LAZ. Untuk dapat dikategorikan sebagai LAZNAS, maka sebuah lembaga amil sekurang-kurangnya harus dapat mengumpulkan Rp 50 milyar/tahun. Sementara untuk LAZ provinsi Rp 20 milyar, dan Rp 3 milyar untuk  LAZ kota/kabupaten. Regulasi tentang LAZ tersebut akan mulai diberlakukan tahun ini, tepatnya 26 November 2016.

BERBAGI PADA JUMAT BAROKAH

BERBAGI PADA JUMAT BAROKAH

REKAM JEJAK KEBAJIKAN

Loading...

Memberi untuk Negeri

Memberi untuk Negeri

JADILAH YANG TERDEPAN DALAM SETIAP AMAL KEBAJIKAN

JADILAH YANG TERDEPAN DALAM SETIAP AMAL KEBAJIKAN

CIMB NIAGA SYARIAH