PENGAJIAN PENCERAH

PENGAJIAN PENCERAH
Ayo Ngaji Rek!

BERBAGI PADA JUMAT BAROKAH

BERBAGI PADA JUMAT BAROKAH

Minggu, 19 April 2015

PENGAJIAN, AKSI SOSIAL DAN SOSIALISASI UPZ DI PCM BUBUTAN

SOSIALISASI UPZ PCM BUBUTAN


PENYERAHAN PLAKAT UPZ PCM BUBUTAN oleh Ustadz Syamsun Aly (Novam Al-Fantany), Ketua Lazismu Surabaya kepada Pcm Bubutan diwakili oleh Bpk. Hartono, di Masjid al-Munawaroh, Sumbermulyo, Pcm Bubutan Surabaya. Ahad 19 April 2015.

PENYERAHAN SANTUNAN UNTUK JANDA, LANSIA & ANAK YATIM


Aksi Sosial di Masjid Al-Munawaroh Lazismu Surabaya di Masjid al-Munawaroh, Sumbermulyo, Pcm Bubutan Surabaya. Ahad 19 April 2015.

NGAJI ZAKAT & SOSIALISASI LAZISMU



Oleh Ustadz Syamsun Aly (Novam Al-Fantany), Ketua Lazismu Surabaya di Masjid al-Munawaroh, Sumbermulyo, Pcm BubutanSurabaya. Ahad 19 April 2015 mulai pukul 09.30 sd 11.30 WIB..

Kamis, 09 April 2015

MARI BERBAGI UNTUK SESAMA - PEDULI BENCANA BANJIR DAN LONGSOR KAB.PASURUAN




Penyerahan bantuan sembako dari donatur LAZISMU (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Surabaya untuk korban banjir dan longsor di desa Klinter kecamatan Kejayan, Pasuruan melalui relawan MDMC Pasuruan dan Lazismu Kota Pasuruan, rabu 8 april 2015..


Lazismu Surabaya meninjau lokasi untuk mengetahui dan mensurvei kondisi terkini di desa dusun Klinter kecamatan Kejayan Kab. Pasuruan yang terkena banjir bandang dan tanah longsor pada jum'at malam 3 April 2015 lalu.



Minggu, 22 Maret 2015

PEMBINAAN TPQ MASJID MUHAMMADIYAH DI SURABAYA


PEMBINAAN TPQ MASJID MUHAMMADIYAH di SURABAYA & penyerahan Bantuan Operasional TPQ (BOT), ahad pagi, 22 maret 2015, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya, bersama drs. Subai Mustalim dari Kemenag Surabaya..


Rabu, 25 Februari 2015

MUSIBAH DATANG TAK PILIH ORANG

 

Musibah datang memang tidak pilih-pilih orang. Orang mukmin, orang baik, orang biasa dan orang sholeh pun bisa dapat musibah. Tentu sebagai orang yang beriman senantiasa berfikir positif dan memandang bahwa musibah yang datang itu merupakan ujian yang jika kita lulus akan mendapatkan derajat yang mulia.

Itulah yang dialami oleh Bapak Amin Rachman, warga Mastrip Wiyung Surabaya. Pada tanggal 23 Januari 2015 lalu, kios pulsanya habis dilalap si ‘Jago Merah’. Beruntung api tidak melahap rumah tempat tinggalnya yang ada di belakang kios, walau bagian atapnya sempat terjilat api. Sumber kebakaran sebenarnya berasal dari tetangga sebelah kiri rumah yang juga merupakan tempat usaha. Diduga korsleting listrik yang menjadi penyebabnya. Maka kerugian materi bernilai puluhan juta rupiah pun tak terhindarkan. Usaha Bapak Amin berjualan pulsa terpaksa terhenti akibat kejadian itu.
 

Setelah melakukan berbagai upaya maka terkumpullah sejumlah dana untuk memperbaiki tempat usahanya. Oleh karena dana yang didapat terbatas maka hanya cukup untuk mengganti asbes pada bagian atap dan membersihkan puing-puing, mengingat kerusakan yang ditimbulkan oleh kebakaran itu cukup parah. Bapak Amin sempat meminta pertanggung-jawaban kepada tetangga yang menjadi sumber kebakaran namun hingga kini belum memperoleh kepastian.

Di tengah kesulitan mencari dana untuk memperbaiki tempat usahanya, atas saran salah seorang pimpinan Muhammadiyah Cabang Wiyung Bapak Amin kemudian mengajukan permohonan bantuan kepada Lazismu Surabaya.

Setelah berkas Bapak Amin masuk, selanjutnya Lazismu segera melakukan survei lokasi. Tak lama kemudian Lazismu memberi bantuan kepada Bapak Amin dengan membelikan bahan-bahan bangunan material yang akan digunakan untuk memperbaiki tempat usahanya menjadi lebih baik. Bantuan tersebut merupakan Program Benah Rumah Lazismu yang ditujukan untuk memberikan bantuan perbaikan rumah warga Muslim di Surabaya yang tertimpa musibah. (Adit-RED)

Minggu, 08 Februari 2015

KAJIAN ZAKAT & PENYERAHAN SANTUNAN DI PCM KARANG PILANG SURABAYA

Senantiasa Memberi untuk Negeri..


 
Foto Kajian tentang Zakat dan Sosialisasi Lazismu ke PCM Karang Pilang di Masjid Baitul Arqom Kedurus.. (Ahad pagi, 8 Februari 2015).


 
Foto penyerahan santunan (Sembako dan uang) kepada fakir-miskin (program LAPD) di Masjid Baitul Arqom Kedurus ba'da Kajian tentang Zakat dan Sosialisasi Lazismu ke PCM Karang Pilang.. (Ahad pagi, 8 Februari 2015).

**************

Lazismu Surabaya tak henti-hentinya senantiasa mengajak umat untuk berbuat kebaikan, mencegah kerusakan dan meninggalkan perbuatan yang sia-sia, sebagaimana perintah Allah Subhanahu wata’ala. Berbuat baik tidak selalu dengan pekerjaan yang sulit, namun perbuatan yang sederhana akan bermakna bila dilakukan dengan tulus dan ikhlas.

Oleh karena itu pada Awal bulan pebruari 2015 lalu, Lazismu Surabaya melaksanakan kegiatan Kajian Keliling, Sosialisasi Zakat dan memberikan santunan kepada para janda dan lansia dari warga kurang mampu. Kegiatan tersebut ditempatkan di Masjid Baitul Arqom, Jl. Kedurus Dukuh I, PCM Karang Pilang Surabaya.

Materi yang disampaikan berkaitan erat dengan kewajiban umat Islam untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas dalam berzakat dan bershodaqoh. Pembicaranya adalah ustadz Syamsun Aly selaku Ketua Lazismu Surabaya. Pada kesempatan tersebut ustadz Syamsun mengajak hadirin untuk senantiasa berjalan dengan berpegang teguh pada ajaran agama Islam yang salah satunya adalah kewajiban berzakat, karena termasuk dalam salah satu rukun Islam. Menurut Ketua Lazismu Surabaya itu saat ini ummat Islam terpuruk bukan hanya karena masalah lemah aqidah dan ibadahnya saja, melainkan juga muamalahnya yang juga jeblok yang ditandai dengan rendahnya kualitas bershodaqoh dan berzakat. Padahal Allah di dalam Al-Qur’an secara tegas memerintahkan ummat Islam agar mendirikan Sholat dan menunaikan Zakat. Zakat juga menunjukkan kesempurnaan seorang Muslim karena di dalam berzakat terdapat nilai kebaikan, hikmah dan kemanfaatannya bagi ummat manusia.

Alhamdulillah, saat ini ummat Islam sudah mulai meningkat kesadarannya dalam berinfaq dengan menjadi donatur tetap pada lembaga amil zakat yang tersebar di berbagai daerah. Namun demikian kesadaran ini harus ditingkatkan dari sekedar berinfaq ala kadarnya menjadi seorang Muzakki yang secara aktif menunaikan zakat dengan menghitung nilai zakat atas harta dan penghasilannya. Banyak ummat Islam dengan beragam profesi belum tersentuh atau pun bahkan tidak paham dengan zakat profesi.

Terakhir, ustadz Syamsun Aly mengajak 60 orang hadirin warga Mu-hammadiyah Karang Pilang untuk berza-kat melalui Amil yang terpercaya, yaitu Lazismu sebagai lembaga zakat nasional resmi yang didirikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Dengan berzakat mela-lui Lazismu, warga Muhammadiyah tidak hanya menunaikan kewajiban sebagai seorang Muslim namun juga berpartisi-pasi dalam program-program Persyarika-tan khususnya peningkatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan dakwah Islam.

Selain mengkaji ayat-ayat al-Qur’an tentang perintah zakat, acara diakhiri dengan penyerahan santunan berupa sembako dan uang dari Lazismu yang diserahkan oleh Suja’i dan Sunarko kepada 20 orang warga kurang mampu khususnya janda dan lanjut usia (lansia) yang ada di kawasan PCM Karang Pilang. Dalam kesempatan itu PCM Karang Pilang juga menyerahkan bantuan peralatan ke-pada beberapa PRM dan Amal Usaha Muhammadiyah yang ada di wilayahnya. Kegiatan Kajian dan Santunan keliling ini adalah program Back to Masjid Lazismu Surabaya yang dilakukan secara bergilir ke PCM-PCM yang ada di kota Surabaya, minimal satu bulan sekali. (Adit-RED).

Senin, 26 Januari 2015

MASA DEPAN DAKWAH ISLAM DI TANGAN PARA DAI MUDA


Oleh : Syamsun Aly, MA

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (QS. 3 / Ali Imran : 110)

Ciri khusus Persyarikatan Muhamm-adiyah adalah sebagai “GERAKAN ISLAM dan DA'WAH” di samping Gerakan Tajdid (pembaruan). Untuk itu maka tidak berlebihan jika kemampuan membaca al-Qur'an, pemahaman tentang Islam serta ghirah dalam menda'wahkan dan memperjuangkan Islam, itu dijadikan salah satu syarat jika ingin memimpin Mu-hammadiyah dan ortomnya. PW IPM Ja-wa Timur misalnya, pernah mensyaratkan bagi calon ketua umumnya minimal harus hafal juz Amma dengan fasih. Namun persyaratan serupa belum ada dalam pencalonan pimpinan Muhammadiyah.

Sebagai pengemudi gerbong nan amat besar (Muhammadiyah), mungkin-kah bisa membawa ummatnya kembali kepada al-Qur'an dan as-Sunnah, jika para sopirnya tidak faham rutenya (al-Qur'an dan as-Sunnah). Kata mantan Kakandepag Jatim DR. Mahmud Suyuti Allaahu yar-hamhu, saat membuka pelatihan Instruk-tur Perkaderan Muhammadiyah Pusat (BPK) di Bendul Merisi Surabaya, wong jembatannya putus (gak nyambung).

Pada sisi lain banyak Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang lom-pat pagar, hijrah ke ormas Islam lain yang dirasa lebih pas, karena mampu mengako-modir idealisme dan ghirah mereka dalam menda'wahkan serta memperjuangkan Agama Islam. Sementara dalam Institusi Muhammadiyah dirasa kurang, karena lebih disibukkan oleh rapat-rapat dan mengurus amal usaha yang ada. Padahal mereka semestinya adalah Pelopor, Pelangsung dan Penyempurna (P3) bagi cita-cita dan perjuangan Muhammadiyah.

Diakui atau tidak, banyak Da'i kharismatik dan ulama' Muhammadiyah Surabaya yang sudah tiada, menghadap ke haribaan sang Pencipta seperti; KH. Aunur Rofiq Manshur, K.H. A. Wahid Suyoso, K.H. Misbah, K.H. M. Anwar Zain, K.H. Bey Ari-fin, K.H. Juraid Mahfud, K.H. Abdullah Wa-si'an, Ustd. Multazam Masthur, Ust. Abdul-lah Shomad, K.H. Rahmat Abd. Mu'in, K.H. Muhammad Yazid dan lain-lain. Sehingga dikhawatirkan apa yang diungkapkan Rasulullah SAW. Menjadi kenyataan di Persyarikatan Muhammadiyah Surabaya.

Beliau bersabda “Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak mencabut Imu (agama) secara langsung dari hambaNya, namun dengan cara mengambil (mencabut nyawa) para 'alim (ulama'), sehingga apabila tidak ada lagi seorang yang 'alim, manusia (ummat) akan menjadikan pemimpin-pemimpin yang bodoh, dan ketika mereka dita-nya, akan memberikan fatwa tanpa dasar ilmu. Para pemimpin seperti ini akan tersesat dan menyesatkan orang banyak.” Na'uudzu billaahi min dzaalik...

DAI MUDA CAMP AJANG PEMBIBITAN DA’I PEMBERDAYA UMMAT


Masa depan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, gera-kan Dakwah dan Tajdid, tidak mungkin dilepaskan dari upaya-upaya pe-warisan keyakinan dan cita-cita hidup dan kepribadiannya kepada generasi muda pe-nerus, pelangsung dan penyempurna cita-cita perjuangan Muhammadiyah. Semen-jak awal kelahirannya usaha-usaha terse-but telah mendapatkan bentuknya seba-gai sistem perkaderan dengan kekayaan tradisi dan sibghoh Persyarikatan Muham-madiyah. Sistem tersebut telah berjalan hingga satu abad Muhammadiyah dengan berbagai dinamika, sebagai antisipasi atas perkembangan sejarah.

Namun demikian, akhir-akhir ini banyak disoroti bahwa perkembangan Muhammadiyah yang begitu pesat, baik di bidang organisasi maupun badan-badan usaha yang menjadi stakeholdernya, belum dapat diimbangi oleh jumlah dan mutu kader yang dihasilkannya. Apalagi apabila dikaitkan dengan keberadaan Muhammadiyah sebagai gerakan da'wah, begitu terasa minimnya kader-kader Mubaligh dan Dai yang mumpuni dalam menjalankan da'wah amar makruf dan nahi munkar.

Hal tersebut sering menimbulkan berbagai masalah dalam pengelolaan dakwah dan tabligh di lingkungan Persyarikatan. Keluhan dan kegelisahan banyak muncul diberbagai tempat, seperti kurangnya kader dan sumberdaya insani untuk mengelola kegiatan pengajian-pengajian dan majelis-majelis tafaqquh fiddin di lingkungan Muhammadiyah, sehingga banyak pengajian-pengajian dan majelis-majelis kajian intensif untuk kajian ilmu-ilmu agama menjadi berkurang. Belum lagi tantangan dakwah yang semakin kompleks, yang membutuhkan kader-kader Mubaligh dan Da'I yang di satu sisi memiliki kemampuan dalam tafaqquh fid din, tetapi juga kreatif dan inovatif dalam mengembangan metode dan pendekatan dakwah bil hal dalam menghadapi masyarakat yang terus berubah dan berkembang.

Menghadapi permasalahan ter-sebut diperlukan upaya-upaya serius guna melakukan rekonstruksi dan rekonseptua-lisasi perkaderan Muballigh dan Da'i Mu-hammadiyah sesuai dengan visi perjungan Persyarikatan dengan memperhatikan dinamika masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang.

Muhammadiyah memiliki tugas untuk melakukan rekonstruksi dan rekonseptualisasi serta aktualisasi metode dakwah yang lebih variatif, dan kekinian. Oleh karena itu, Majelis Tabligh, Lazismu, Pemuda Muhammadiyah dan MDMC bersinergi melalui program pembibitan Dai Muda Muhammadiyah tahun 2015, yang diharapkan dapat membentuk dan menghasilkan kader-kader Dai mulitalenta yang peka terhadap kebutuhan ummat, yaitu sebagai Dai pemberdaya ummat.

Sebagai aplikasinya maka sinergi 4 majelis/lembaga dan Ortom tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Pelatihan Dai Muda Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tang-gal 23-25 Januari 2015 di Balai Diklat Pon-dok Pesantren Darussalam Lawang. Tujuan dari program ini adalah untuk membentuk kader Da'i muda yang multi talenta, ener-jik dan kompeten, memiliki kepekaan sosi-al, responsif terhadap kebutuhan ummat, mempunyai kemampuan manajemen da’-wah yang prima dan komitmen member-dayakan ummat dengan berbasis kemandi-rian. Out-putnya nanti diharapkan para ka-der dapat mengisi Masjid/Musholla Mu-hammadiyah yang kekurangan da'i dan ke kampung binaan Lazismu.

REKAM JEJAK KEBAJIKAN

Loading...

PROGRAM

PROGRAM

Memberi untuk Negeri

Memberi untuk Negeri

MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-47

MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-47

CIMB NIAGA SYARIAH