PENGAJIAN PENCERAH

PENGAJIAN PENCERAH

REKAM JEJAK KEBAJIKAN

Loading...

Senin, 05 Januari 2015

PROGRAM BARU TAHUN 2015

       
Lazismu Surabaya senantiasa berupaya hadir menebar kepedulian, sesuai dengan motto “Memberi untuk Negeri” guna memberikan manfaat kepada umat terutama yang dalam kesusahan dan penderitaan.

Di tahun 2015 ini, Lazismu Surabaya masih tetap melaksanakan program-program keumatan sebagaimana tahun lalu, seperti Peduli Pendidikan, Aksi Peduli Sosial, Pemberdayaan Ekonomi, Da’wah Fisabilillah, Solidaritas Umat, Even Kurban, Back to masjid, Kampung Berdaya dan Indonesia Siaga, dengan aneka varian programnya seperti; Beasiswa, UKM BMW, Ngaji Bisnis, Youth Entrepreneurship, LAPD, Sankesmas, Baksoskes, Pengajian Pencerah dan sebagainya. Nah, untuk tahun 2015 ini sesuai dengan aspirasi dan usulan yang masuk maka perlu menambah varian program dalam bidang sosial dan pemberdayaan ekonomi, antara lain : Benah Rumah, Layanan Ambulan dan Rumah Wiramuda.

PROGRAM BENAH RUMAH adalah kegiatan penyediaan bantuan dana perbaikan rumah berukuran kecil yang sangat tidak layak huni atau rumah yang terkena musibah (bencana, kebakaran dan sebagainya) bagi masyarakat fakir-miskin di Surabaya. Program ini dimaksudkan agar rumah masyarakat fakir miskin tersebut menjadi layak huni dan lebih manusiawi.

PROGRAM LAYANAN AMBULAN berupa layanan ambulan gratis bagi masyarakat fakir-miskin di kota Surabaya. InsyaAllah pada tahun 2015 ini akan segera dilakukan penyediaan 1 unit ambulan guna melayani fakir-miskin yang membutuhkan jasa ambulan secara cuma-cuma.

PROGRAM RUMAH WIRAMUDA berupa sarana ekonomi kreatif produktif yang bersinergi dengan Panti Asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah, yang dimaksudkan sebagai ajang pembibitan wirausaha muda. Di rumah wiramuda ini kaum muda dididik berwirausaha secara praktis dengan memproduksi dan memasarkan produk barang dan jasa, sesuai dengan permintaan pasar.

Semua program-program itu tentunya tidak akan berjalan dengan baik jika tidak mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya para donatur dan muzakki. Oleh karena itu kami mengajak para donatur dan muzakki agar senantiasa menyisihkan sebagian hak (zakat 2,5%, 5%, 10% atau 20%), untuk memberdayakan kaum dhuafa dan perjuangan di jalan Allah, dan menggiatkan infaq dan shodaqoh. (Adit-RED).

KERJA KERAS, CERDAS DAN IKHLAS

Islam mengajarkan umatnya untuk tidak malas dan berpangku tangan. Dengan kata lain umat Islam harus bekerja demi mencapai apa yang diinginkan dan diharapkannya, baik dalam dimensi dunia maupun akherat. Bekerja secara profesional merupakan bidang kegiatan yang dijalani setiap orang sesuai dengan keahliannya yang menuntut kesetiaan (komitmen), kecakapan (skill), dan tanggung-jawab yang sepadan sehingga bukan semata-mata urusan mencari nafkah berupa materi belaka. Oleh karena itu setiap muslim dalam memilih dan menjalani profesinya di bidang masing-masing hendaknya senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kehalalan (halalan) dan kebaikan (thayyibah), amanah, kemanfaatan, dan kemaslahatan yang membawa pada keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Tentunya dalam menjalani profesi dan jabatan dalam profesinya hendaknya menjauhkan diri dari praktik-praktik korupsi, kolusi, nepotisme, kebohongan, dan hal-hal yang batil lainnya yang menyebabkan kemudharatan dan hancumya nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan kebaikan umum. Menjalani profesi juga harus dilakukan dengan sepenuh hati dan kejujuran sebagai wujud menunaikan ibadah dan kekhalifahan dbekeri muka bumi ini. Maka dari itu dalam menjalani profesi hendaknya sesama rekan sekerja mengembangkan prinsip bekerjasama dalam kebaikan dan ketaqwaan serta tidak bekerjasama dalam dosa dan permusuhan.

Kaum muslim di mana pun dan apapun profesinya hendaknya pandai bersyukur kepada Allah di kala menerima nikmat serta bershabar serta bertawakal kepada Allah manakala memperoleh musibah sehingga memperoleh pahala dan terhindar dari siksa. Rasa syukur itu hendaknya diwujudkan dengan menunaikan kewajiban kepadaNya, yakni beribadah (shalat, puasa, dan sebagainya) secara ikhlas, tawadhu’ dan berserah diri sepenuh hati. Umat Islam juga berkewajiban membayar zakat maupun mengamalkan shadaqah, infaq, wakaf, dan amal jariyah lain dari penghasilan yang diperolehnya serta tidak melakukan helah (menghindarkan diri dari hukum) dalam menginfaqkan sebagian rejeki yang diperolehnya itu.

Bekerja berarti mendayagunakan tubuh kita ini mulai dari otak hingga kaki. Oleh sebab itu bekerja tidak hanya sekedar bekerja keras dengan otot, namun juga bekerja cerdas dengan berpikir memutar otak serta bekerja ikhlas dengan hati yang jujur, bersih dan senantiasa berlapang dada. Sehingga kerja-kerja kita akan berbuah karya gemilang yang mencerahkan dan prestasi yang membanggakan. (dari berbagai sumber).

(Aditio Yudono, Sekretaris Lazismu Surabaya).

Sabtu, 27 Desember 2014

LAZISMU BANTU BENAHI RUMAH KEBAKARAN



  


Malang tak dapat ditentang, musibahpun tak kuasa dibendung. Itulah yang dialami oleh ibu Munasah, ibu Maimunah dan ibu Aminah, ketiganya masih sekeluarga, yang mendiami 3 rumah di Jalan Sutorejo 84-86, Mulyorejo, Surabaya. Pada akhir bulan Nopember 2014 lalu, tempat tinggal mereka bertiga yang masing-masing hanya sepetak itu habis dilalap si jago merah. Api cepat membakar seluruh rumah lantaran lantai dua rumah tersebut terbuat dari kayu, triplek dan asbes. Beruntunglah api tidak merembet ke tetangga sekitar.

Menurut salah seorang anggota keluarga, kebakaran terjadi akibat korsle-ting listrik ketika hujan lebat turun pada dini hari. Tak ayal 3 rumah petak yang sangat sempit dan didiami oleh belasan orang anggota keluarga itu hangus terbakar, ambruk dan tak dapat didiami lagi. Untuk sekedar istirahat dan tidur mereka pun menumpang tinggal di rumah kerabat dan tetangga yang ada di sekitarnya.

Guna mambantu membangun kembali tempat tinggal mereka, Lazismu Surabaya melalui program Benah Rumah Dhuafa (26/12/2014) memberikan bantuan berupa uang dan bahan bangunan. Bantuan diserahkan oleh Abah Wahid Syukur, Wali Amanah dan Sujatno, Dewan Pengawas Lazismu Surabaya, dengan harapan agar rumah mereka segera diperbaiki secara layak hingga dapat ditinggali. (Adit-RED).

Rabu, 24 Desember 2014

MAJU TERUS PANTANG MUNDUR



Kerja keras, pantang menyerah, ulet dan kreatif harus menjadi sifat utama bagi seseorang yang ingin tetap survive dalam hidupnya. Pahit getir dan asam manis kehidupan senantiasa menjadi bumbu penyedap dalam perjuangan meraih impian dan harapan.

Demikian pula dengan kehidupan Syarifuddin, usahawan kantin di SMK Mu-hammadiyah 1 Kapasan Surabaya. Pria ke-lahiran Garut, Jawa Barat 50 tahun yang lalu ini memang sosok yang ulet dan pan-tang menyerah. Berbagai usaha dan peker-jaan pernah ia lakoni guna meraih impian hidup bahagia dan sejahtera lahir-batin.

Sejak tamat sekolah, 1980an, pak Syarif, demikian sapaan akrabnya, memang berniat merantau di Surabaya ikut sang kakak. Selama beberapa tahun ia ikut bekerja menjadi perajin sepatu di kawasan Kupang Krajan Surabaya. Ia pun kemudian mencoba menjadi pedagang kelontong dan gerabah yang menjajakan dagangannya dengan berkeliling kampung. Usaha ini ia lakoni dengan modal kecil, namun perputarannya agak lambat karena harus dikreditkan kepada pembeli. Tak puas dengan usaha itu, akhirnya ia banting setir dengan membuka usaha menjual makanan khas Bandung, Siomay dan Batagor di kawasan Siwalan Kerto depan kampus Universitas Petra Surabaya. Karena adanya penertiban di kawasan kampus itu, ia sempat berpindah-pindah tempat usaha dan menjadi PKL di berbagai jalan protokol di Surabaya.

Di kota Pahlawan ini pula ia me-nemukan jodohnya, sang isteri yang juga berasal dari Tanah Pasundan, tepatnya dari Tasikmalaya. Bersama sang pujaan hati ia berjuang keras mempertahankan hidup dan meraih masa depan di kota buaya ini hingga dikaruniai 2 orang anak.

Singkat cerita, setelah melalui proses yang sangat panjang, ia pun kini menjadi usahawan Kantin di SMK Muham-madiyah 1 Kapasan setelah mendapat pin-jaman modal usaha UKM BMW dan ban-tuan dari Lazismu. “Pokoknya maju terus pantang mundur!” mottonya. (Adit-RED).

Senin, 01 Desember 2014

CAK AFIT BANGGA PUNYA USAHA SENDIRI : MIE BAKSO & ES JUS


Warung lesehan Mie Ayam dan Es Jus yang terletak di Jalan Sutorejo, tepatnya di depan Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya, ini tak pernah sepi dan selalu ramai oleh pembeli. Walau hanya berukuran 5x5 m, warung ini penuh sesak oleh para pembeli dan penikmat Mie ayam. Mulai buka pada menjelang siang hari hingga tutup pada malam hari, pemilik warungnya tak pernah berhenti melayani setiap pengunjung yang hendak makan di tempat atau dibawa pulang. Pembelinya sebagian besar adalah dosen, karyawan, para mahasiswa dan mahasiswi kampus Unmuh dan juga kampus lain yang indekost di sekitar Jalan Sutorejo Surabaya. Tidak hanya itu, pesanan siap antar pun menjadi layanan spesial warung ini walau jaraknya tidak jauh dan hanya melayani tetangga dan perkantoran di sekitarnya. Pembeli yang sudah familiar dengan pemilik warung tinggal telepon untuk pesan, dan mie ayam beserta es jus aneka buah pun siap meluncur ke tempat pemesan.

Cak Afit, begitulah nama pemilik warung ini disapa dengan akrab. Walau sudah berusia kepala lima, namun ia adalah pekerja keras yang ulet dan tak kenal lelah. Sudah 10 bulan ia bersama sang isteri menjalankan usaha warung Mie Ayam dan Es Jus ini. Dalam sehari warungnya menjual sekitar 200 mangkok Mie ayam dan juga es Jus buah segar.

Sebelum membuka usaha, Cak Afit adalah pegawai Tata Usaha pada salah satu Sekolah Muhammadiyah di Mulyorejo. Ke-mudian terbetik impian dan keinginan dari Cak Afit untuk memiliki sebuah usaha agar terjadi peningkatan penghasilan dan tidak terus-menerus menjadi karyawan. Disamping itu ia juga punya se-bidang tempat usaha yang selalu ia kontrakkan ke orang lain. Pada saat kontrak itu habis ia tidak memperpanjangnya. Ketika Lazismu Surabaya mengadakan pelatihan produksi Mie-Bakso ia pun turut serta dan berkesempatan mendapat bantuan Rombong dari CIMB Niaga Syariah, serta pinjaman modal usaha dari UKM BMW. Tak lama setelah itu, mulailah ia menjadi Bos Warung Mie Ayam dan Aneka Es Jus Buah Segar. Semoga Sukses Cak!. (Adit-RED).

TALI ASIH PEDULI GURU



 

Guru ibarat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, begitu sebuah ungkapan berbunyi. Di tangan insan pendi-dik itulah masa depan anak-anak bangsa berada. Lebih-lebih guru mata pelajaran agama Islam. Menyadari hal itu Lazismu Surabaya pada tanggal 29 Nopember 2014 mengundang para guru Al-Islam-KM di lingkungan perguruan SD Muhammadiyah di Surabaya untuk bersilaturrahim di Resto Kampung Tahu. Dalam kesempatan itu Lazismu Surabaya menyerahkan Tali Asih dan bingkisan kepada para guru Al-Islam-KM yang secara simbolis diserahkan oleh Sujatno, M.Si., Wakil Ketua PDM Surabaya.

Dalam sambutannya, Syamsun Aly, M.A., Ketua Lazismu Surabaya, menya-takan bahwa peran guru agama (Al-Islam-KM) sangat menentukan akhlaq dan peri-laku peserta didik. Oleh karena itu pelajar-an Al-Islam-KM bukanlah pelajaran sam-pingan, namun harus menjadi mata pela-jaran utama, khususnya di perguruan Mu-hammadiyah. Sebelum beramah-tamah acara tersebut juga diisi dengan Tausiyah Parenting oleh Achmad Suja’i. (Adit-RED).

Sabtu, 29 November 2014

KOMUNITAS PEDULI TB


Gerakan kepedulian terus digalakkan oleh jajaran organisasi otonom Muhammadiyah Surabaya. Pada hari Jum’at, 28 Nopember 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Su-rabaya digelar acara Lobby With Local NGO’s Community TB Care ‘Aisyiyah SSR Kota Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran PD. ‘Aisyiyah Surabaya, Anggota DPRD, dan wakil-wakil dari organisasi non Pemerintah, seperti Orbit, Lazismu, MDMC dan lain-lain. Mak-sud dari kegiatan ini adalah untuk menghimpun partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama guna memberikan pendampingan kepada penderita penyakit TB (Tubercholusis) yang tersebar berbagai kecamatan di kota Surabaya. (Adit-RED).

Kamis, 20 November 2014

PENYERAHAN HADIAH LOMBA-LOMBA MILAD ke105 MUHAMMADIYAH di SURABAYA



Acara penyerahan piala dan hadiah Lomba : Qiro'ah (Anak & Remaja), Tahfidzul Qur'an (Anak & Remaja), Da'i Cilik, Sholat Jamaah, Futsal, Ketakmiran Masjid dan Film Rally, oleh Ketua PD Muhammadiyah Surabaya, Zayin Chudlori, MA., kepada para pemenang, pada Tabligh Akbar Milad ke-105 Muhammadiyah Kota Surabaya, rabu malam, 19 Nopember 2014 di Gedung Islamic Center Dukuh Kupang Surabaya. Tropi/piala berasal dari PDM Surabaya dan Hadiah uang pembinaan dari Lazismu Surabaya dan bingkisan dari Minaku Food. SELAMAT KEPADA PARA JUARA

     

LOMBA DA’I CILIK. 
Juara I TPQ Al-Fatah (No. 10), 
Juara II TPQ Al-Fatah (No 7), dan 
Juara III TPQ Umar Bin Khaththab (No. 8). 

LOMBA SHOLAT BERJAMA’AH. 
Juara I MI Muhammadiyah 5 (No.19), 
Juara II SD Muhammadiyah 11 (No.32) dan 
Juara III SD Muhammadiyah 12 (No.1). 

LOMBA QIRO'AH TINGKAT ANAK-ANAK. 
Juara I MI Muhammadiyah 25 (No.20), 
Juara II Balai Dakwah Muhammadiyah Kalibutuh (No. 22) dan 
Juara III SD Muhammadiyah 26 (No.18). 

LOMBA QIRO'AH TINGKAT REMAJA. 
Juara I SMP Muhammadiyah 2 (No.3), 
Juara II SMA Muhammadiyah I (No.20) dan 
Juara III SMA Muhammadiyah 3 (No.1). 

LOMBA TAHFIDZUL QUR'AN TINGKAT ANAK-ANAK. 
Juara I SD Muhammadiyah 15 (No.52), 
Juara II SD Muhammadiyah 12 (No.3) dan 
Juara III SD Muhammadiyah 21 (No.9). 

LOMBA TAHFIDZUL QUR'AN TINGKAT REMAJA. 
Juara I TPQ Al-Mabrur (No.43), 
Juara II TPQ Al-Mabrur (No.42) dan 
Juara III SMP Muhammadiyah 2 (No.30).

STAND BAZAAR Terbaik : SMA Muhammadiyah 9 Wiyung Surabaya

JUARA LOMBA KETAKMIRAN & KEMAKMURAN MASJID : 
Juara I Masjid GSI, Gunung Sari Indah, Karang Pilang. 
Juara II Masjid Jenderal Sudirman, Dharmawangsa, Gubeng. 
Juara III Masjid Arif Rahman Hakim, Tambaksari.

JUARA LOMBA FUTSAL ANTAR SEKOLAH MUHAMMADIYAH : 
Juara I SMA Muhammadiyah 4 Kemlaten, 
Juara II SMK Muhammadiyah 1 Kapasan dan 
Juara III SMP Muhammadiyah 9 Jojoran

PROGRAM

PROGRAM

JADILAH YANG TERDEPAN DALAM SETIAP AMAL KEBAJIKAN

JADILAH YANG TERDEPAN DALAM SETIAP AMAL KEBAJIKAN

Memberi untuk Negeri

Memberi untuk Negeri

MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-47

MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-47

INDONESIA SIAGA

INDONESIA SIAGA

CIMB NIAGA SYARIAH