'IDUL ADHA 10 Dzulhijjah 1435 / 4 Oktober 2014

'IDUL ADHA 10 Dzulhijjah 1435 / 4 Oktober 2014

REKAM JEJAK KEBAJIKAN

Loading...

PENGAJIAN PENCERAH

PENGAJIAN PENCERAH

Sabtu, 13 September 2014

JAUHKAN IBU-IBU DARI JERATAN RENTENIR



Program Kampung Berdaya memang telah menjadi program nasional Lazismu mulai tahun ini. Namun Lazismu Surabaya telah memulai dengan Kampung Binaan sejak tahun 2012. Kampung yang menjadi sasaran adalah di Kedinding Kecamatan Kenjeran. Kedinding merupakan kampung padat penduduk dan beberapa titik terlihat kumuh ditambah dengan permasalahan sosial-ekonomi yang menyelimutinya.

Pada awalnya di kampung tersebut diadakan kelompok pengajian di rumah Ibu Chusnul, dengan jumlah jamaah sekitar 20 orang, sebagian besar adalah ibu-ibu. Materi pengajian tersebut adalah baca tulis Al-Qur’an. Namun setelah beberapa kali diadakan jamaahnya menurun dan hanya tinggal beberapa orang. Ketika ditelusuri mengapa jumlah peserta pengajian makin menurun, maka kemudian didapat informasi bahwa ibu-ibu yang ikut pengajian itu terbelit berbagai permasalahan sosial dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan karena terjerat hutang pada rentenir dengan bunga yang sangat ‘mencekik’, sehingga mereka tidak konsen lagi untuk mengaji. Selain itu ada yang hampir terjebak oleh rayuan ‘misionaris’ untuk pindah agama dengan iming-iming bantuan.

Senin, 01 September 2014

MARI BERKURBAN


Program nasional Lazismu yaitu KURBAN PAK KUMIS (Kurban untuk Kawasan Pelosok, Perkampungan Kumuh, Padat Penduduk dan Kantong Kemiskinan) pada tahun 1435 Hijriyah ini kembali hadir guna mengedukasi umat Islam untuk melaksanakan kewajiban kurban, menebar manfaat dan menjalin tali silaturrahim dengan sesama.

Seperti pada tahun lalu PAK KUMIS Lazismu akan melakukan adventure ke berbagai kawasan pelosok dan pinggiran yang sulit terjangkau, blusukan ke perkampungan kumuh padat penduduk serta kantong-kantong kemiskinan guna berbagi kebahagiaan bersama masyarakat dan menunaikan amanah kurban dari para pekurban dan donatur untuk sesama.

KURBAN PAK KUMIS didesain secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dhuafa yang berada di pedesaan dan perkotaan, kawasan padat penduduk, kantong-kantong kemiskinan, serta daerah yang terlanda bencana alam dan bencana kemanusiaan dengan berpijak pada prinsip merata, adil dan fokus pada sasaran prioritas.

KURBAN PAK KUMIS memang didedikasikan untuk menjawab problem keterbatasan hewan kurban dan berbagai kelemahan distribusi yang selama ini terjadi. Pertama, jumlah hewan kurban yang tertunaikan belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat, artinya hewan kurban yang terhimpun selama ini belum bisa dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat, khususnya yang membutuhkan. Kedua, distribusi kurban yang ada cenderung tidak merata, distribusi hewan kurban kebanyakan masih terkosentrasi di kota-kota besar atau wilayah tertentu.

KURBAN PAK KUMIS, dengan 100 pusat distribusi yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia dan didukung oleh jaringan organisasi Muhammadiyah yang telah mengakar kuat hingga pedesaan, dipastikan dengan cepat daging segar akan tersalurkan kepada masyarakat secara adil dan merata dimanapun berada.

Minggu, 31 Agustus 2014

PELATIHAN SUSU KEDELAI DI KAMPUNG BERDAYA PUTAT JAYA



 

Program Kampung Berdaya Lazismu Surabaya terus berjalan memberikan pencerahan dan pemberdayaan kepada warga binaan, khususnya para ‘Wanita Harapan’ dan warga terdampak di bekas lokalisasi Putat Jaya. Walau masih terdapat penentangan dan penolakan dari sebagian tokoh RT/RW yang masih ‘dendam’ atas penutupan lokalisasi prostitusi, program dakwah ini tetap terus dilaksanakan tanpa terpengaruh oleh kondisi apapun.

Kegiatan pendampingan di kampung Putat Jaya terhadap mantan WTS tidak hanya dari segi aspek keagamaan saja namun juga aspek sosial ekonominya. Jika pada Juli 2014 yang lalu telah diberikan bantuan peralatan usaha dan diadakan kegiatan pelatihan motivasi wirausaha dan pesantren Ramadhan kepada para ‘Wanita Harapan’, maka pada hari ahad, 31 Agustus 2014, bertempat di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya dilaksanakan pelatihan ketrampilan produksi SUSU KEDELAI. Pelatihan ini bertujuan memberikan bekal ketrampilan agar mereka bisa mengembangkan usahanya. Jika selama ini mereka telah berwirausaha dengan membuka warung makan, toko kecil, Laundry dan aneka kue, maka dengan pelatihan ini mereka dapat menambah satu lagi jenis usahanya yakni Susu Kedelai.

Senin, 25 Agustus 2014

MENUJU SURGA DENGAN AMALAN YANG ISTIQOMAH


"Meraih Surga dengan Istiqomah Melestarikan Amalan Ramadhan dalam Kehidupan Sehari-hari", itulah tema Pengajian Pencerah yang disampaikan ust. DR. Saad Ibrahim (Wakil Ketua PWM Jatim), hari ahad pagi tanggal 24 Agustus 2014 di Hall Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya.

Dalam ceramahnya DR Saad Ibrahim menghimbau kepada para hadhirin khususnya generasi muda agar berani tampil di depan, sebab hanya orang yang berani tampil di depanlah yang akan siap memimpin kehidupan di masa mendatang. Beliau juga mengajak agar mempunyai impian dan cita-cita yang baik untuk membangun masa depan, baik di masyarakat, bangsa dan negara. Sebagai contoh adalah Lie Kuan Yew (man Perdana Menteri Singapura). Sebelum menjadi Perdana Menteri (PM) Singapura ia sudah mempunyai mimpi yang baik dan besar. Singapura, setelah berpisah dengan Malaysia, lalu menjadi negara merdeka. Walau Singapura sudah dikenal sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara waktu itu, namun sebagian besar wilayahnya adalah kawasan yang kotor, kumuh dan penduduknya tidak teratur. Setelah Lie menjadi PM dia gambarkan cita-cita besarnya dengan mencetak kartu pos yang dikirim ke seluruh warga bangsanya. Lie mengirim kartu pos yang terdapat gambar pemandangan dengan pohon yang subur dan indah, sungai yang jernih, orang-orang berpakaian rapi dan anak-anak yang ceria, yang semua itu simbol kehidupan di surga yang dilukiskan Allah dalam kitab Al-Qur’an. Nah, 30 tahun kemudian, Singapura menjadi negara maju yang indah, asri, jernih dan bersih serta makmur.

Minggu, 24 Agustus 2014

SANTUNAN BAGI GURU TPQ



 

Menjadi ustadz dan ustadzah di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) itu merupakan pengabdian yang sangat mulia. Apalagi mengajar di TPQ Masjid, Musholla atau Langgar kecil di kampung-kampung yang tingkat ekonomi masyarakatnya berada di level bawah. Tentunya honornya sangat kecil atau bahkan tidak ada honor sama sekali. Karena itu tingkat keikhlasannya luar biasa dan rasa pengabdiannya begitu tinggi. Semoga Allah Swt. memberikan pahala dan derajat yang mulia di akherat kelak. Aamiin.” demikian sambutan Syamsun Aly, M.A, Ketua Lazismu Surabaya, pada silaturrahim dengan 60 orang ustadz dan ustadzah dari 20 TPQ binaan Lazismu Surabaya, ahad tanggal 24 Agustus 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya.

Lazismu Surabaya, lanjut Syam-sun Aly, merasa berkepentingan dan ber-kepedulian terhadap keberadaan TPQ Masjid dan Musholla di kampung, karena lembaga itu merupakan ujung tombak dakwah Islam di tengah masyarakat. TPQ tidak hanya mengajarkan baca tulis Al-Qur’an saja, namun juga pembinaan aqi-dah, akhlaq dan ibadah santrinya. Sebagai wujud kepedulian itu maka Lazismu Sura-baya sejak tahun 2011 memberikan BOT (Bantuan Operasional TPQ) sebesar Rp.1,2 juta per-tahun per-TPQ kepada TPQ yang menjadi binaan Lazismu Surabaya. “Do’a-kan semoga di tahun anggaran 2015 men-datang bisa ditingkatkan jumlah nominal-nya dan TPQ yang diberikan BOT juga ber-tambah” pungkas Syamsun Aly. 

Jumat, 15 Agustus 2014

JANGANLAH KITA KUFUR DENGAN NIKMAT KEMERDEKAAN


Oleh : Sunarko SAg (Bendahara LAZISMU)

Kata rahmat menurut pengertian bahasa, sebagaimana di jelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah : kasih sayang, kerahiman, karunia (Allah), yakni kasih sayang atau karunia Allah yang dilimpahkan-Nya yang merupakan kenikmatan batin dan kepuasan ruhaniyah yang diraih degan cara yang tidak ringan dan mudah. Oleh karena itu setiap apa saja yang berupa kenikmatan, kesenangan, keberuntungan, kemenangan, kebebasan, kemerdekaan, kelapangan dan lain-lannya, semua itu adalah termasuk kategori rahmat.

Rahmat adalah merupakan nikmat yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. Jika dikaitkan dengan kemerdekaan Negara kita, maka kemerdekaan itu dirasakan sebagai satu rahmat ilahi, sekaligus nikmat yang demikian besar yang patut disyukuri.

Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu ingkar, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim, ayat 7).

MENSYUKURI NIKMAT

Bersyukur kepada Allah SWT itu adalah kewajiban ummat manusia, mengingat banyaknya karunia dan nikmat yang telah diberikan-Nya. Alangkah jahilnya orang yang tidak menghitung dan memperhatikan kurnia Tuhan kepadanya, mulai dari kebutuhan yang paling kecil, sampai kepada yang paling besar, pada hakekatnya semua itu datang dari Allah SWT. Begitu besarnya nikmat yang diberikan kepada manusia, sehingga kalau kita mau menghitung nikmat Allah tentu kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitungnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. An-Nahl, ayat 18).

Perintah mensyukuri nikmat merupakan ajaran Islam yang sangat mudah dicerna secara logika. Sebab bersyukur itu mengisyaratkan ungkapan rasa puas dengan apa yang telah diperoleh dan dicapai. Ungkapan rasa puas itu merupakan penghayatan atas nikmat. Dan menghayati nikmat itu sendiri tidak lain adalah menikmati rahmat yang telah diperoleh itu sehingga akan terasa nikmat.

Minggu, 20 Juli 2014

PUNCAK SEMARAK RAMADHAN 1435 H

 
    
 

Gairah umat di bulan mulia ini kian terasa manakala pada hari ahad, tanggal 20 Juli 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya diselenggarakan beragam kegiatan menarik yang dikemas dalam SEMARAK RAMADHAN 1435 H. Kegiatan itu antara lain, Bazaar Ramadhan yang diisi dengan penjualan sembako murah, aneka stand PKL dan binaan UKM BMW Lazismu, Pengobatan (Bekam) Gratis & Pemeriksaan Gula Darah, Panggung Seni oleh D’Ama Band, Santunan Kado Ramadhan dan Pengajian Nuzulul Qur’an yang diisi oleh Dr. Agus Purwanto (Fisikawan ITS & Penggagas TrenSain Muhammadiyah).

 

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Lazismu Surabaya deng-an Pimpinan Ranting Muhammadiyah Su-torejo Cabang Mulyorejo. Tak kurang 700 orang hadir mengikuti acara ini. Menurut Mustakim, Panitia Semarak Ramadhan, “Selain untuk menggairahkan kehidupan beragama di bulan Ramadhan, acara ini ju-ga bermaksud untuk menggiatkan amal kebajikan dan kepedulian kepada sesama. 300 paket Santunan Kado Ramadhan me-rupakan partisipasi dari warga Muham-madiyah di Sutore-jo”. (Adit-RED).

KEBAJIKAN UNTUK UMAT

KEBAJIKAN UNTUK UMAT

KALAU BUKAN KITA YANG PEDULI, SIAPA LAGI??

KALAU BUKAN KITA YANG PEDULI, SIAPA LAGI??

CIMB NIAGA SYARIAH