'IDUL ADHA 10 Dzulhijjah 1435 / 5 Oktober 2014

'IDUL ADHA 10 Dzulhijjah 1435 / 5 Oktober 2014

REKAM JEJAK KEBAJIKAN

Loading...

Jumat, 15 Agustus 2014

JANGANLAH KITA KUFUR DENGAN NIKMAT KEMERDEKAAN


Oleh : Sunarko SAg (Bendahara LAZISMU)

Kata rahmat menurut pengertian bahasa, sebagaimana di jelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah : kasih sayang, kerahiman, karunia (Allah), yakni kasih sayang atau karunia Allah yang dilimpahkan-Nya yang merupakan kenikmatan batin dan kepuasan ruhaniyah yang diraih degan cara yang tidak ringan dan mudah. Oleh karena itu setiap apa saja yang berupa kenikmatan, kesenangan, keberuntungan, kemenangan, kebebasan, kemerdekaan, kelapangan dan lain-lannya, semua itu adalah termasuk kategori rahmat.

Rahmat adalah merupakan nikmat yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. Jika dikaitkan dengan kemerdekaan Negara kita, maka kemerdekaan itu dirasakan sebagai satu rahmat ilahi, sekaligus nikmat yang demikian besar yang patut disyukuri.

Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu ingkar, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim, ayat 7).

MENSYUKURI NIKMAT

Bersyukur kepada Allah SWT itu adalah kewajiban ummat manusia, mengingat banyaknya karunia dan nikmat yang telah diberikan-Nya. Alangkah jahilnya orang yang tidak menghitung dan memperhatikan kurnia Tuhan kepadanya, mulai dari kebutuhan yang paling kecil, sampai kepada yang paling besar, pada hakekatnya semua itu datang dari Allah SWT. Begitu besarnya nikmat yang diberikan kepada manusia, sehingga kalau kita mau menghitung nikmat Allah tentu kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitungnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. An-Nahl, ayat 18).

Perintah mensyukuri nikmat merupakan ajaran Islam yang sangat mudah dicerna secara logika. Sebab bersyukur itu mengisyaratkan ungkapan rasa puas dengan apa yang telah diperoleh dan dicapai. Ungkapan rasa puas itu merupakan penghayatan atas nikmat. Dan menghayati nikmat itu sendiri tidak lain adalah menikmati rahmat yang telah diperoleh itu sehingga akan terasa nikmat.

Minggu, 20 Juli 2014

PUNCAK SEMARAK RAMADHAN 1435 H

 
    
 

Gairah umat di bulan mulia ini kian terasa manakala pada hari ahad, tanggal 20 Juli 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya diselenggarakan beragam kegiatan menarik yang dikemas dalam SEMARAK RAMADHAN 1435 H. Kegiatan itu antara lain, Bazaar Ramadhan yang diisi dengan penjualan sembako murah, aneka stand PKL dan binaan UKM BMW Lazismu, Pengobatan (Bekam) Gratis & Pemeriksaan Gula Darah, Panggung Seni oleh D’Ama Band, Santunan Kado Ramadhan dan Pengajian Nuzulul Qur’an yang diisi oleh Dr. Agus Purwanto (Fisikawan ITS & Penggagas TrenSain Muhammadiyah).

 

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Lazismu Surabaya deng-an Pimpinan Ranting Muhammadiyah Su-torejo Cabang Mulyorejo. Tak kurang 700 orang hadir mengikuti acara ini. Menurut Mustakim, Panitia Semarak Ramadhan, “Selain untuk menggairahkan kehidupan beragama di bulan Ramadhan, acara ini ju-ga bermaksud untuk menggiatkan amal kebajikan dan kepedulian kepada sesama. 300 paket Santunan Kado Ramadhan me-rupakan partisipasi dari warga Muham-madiyah di Sutore-jo”. (Adit-RED).

LOMBA TARTIL & TAHFIDZ QUR'AN



Dalam rangka mencetak generasi pecinta Qur’an, Lembaga Seni Bu-daya dan Olahraga PDM Kota Su-rabaya bersama Lazismu pada hari ahad pagi, tanggal 20 Juli 2014 di halaman Gedung Dakwah Mu-hammadiyah Surabaya menyelenggarakan Lomba Tartil dan Tahfidz Qur’an untuk tingkat anak dan remaja. Lomba ini diikuti oleh peserta dari Taman Pendidikan Qur’an yang ada di Masjid Muhammadiyah se-Surabaya.

 

Setelah dilakukan penjurian maka yang tampil sebagai Juara Lomba Tartil tingkat anak adalah Syarifah Aini/TPQ Al-Ghoffur (I), Ferdy Ardhitya Nugraha/TPQ KH. Ahmad Dahlan (II) dan Sabrina Saraya Qisti Lestari/TPQ Al-Fattah (III). Untuk Lomba Tahfidz tingkat anak-anak: Syarifah Aini/TPQ Al-Ghoffur (I), Nazihah Naghma/TPQ Al-Fattah (II) dan Faiqotul Manahil/TPQ Al-Ghofur (III). Sedangkan Lomba Tahfidz tingkat remaja adalah : Ade Arsy Olivia Renata/TPQ.Al-Fattah (I) dan Fadhel Fathurrohim/TPQ Al-Ghoffur (II). Para Juara memperoleh trophy dari PDM dan hadiah uang dari Lazismu Surabaya. (Adit-RED).

Sabtu, 19 Juli 2014

NGAJI BISNIS UKM BMW



Bisnis itu tidak semata-mata mencari keuntungan atau laba, melainkan juga bernilai spiritual guna mengembangkan potensi diri dalam rangka meraih pencerahan hidup. Jika bisnis hanya untuk mendapatkan profit dan mengejar harta saja maka ruh manusia sebagai makhluq sosial akan hilang. Hal itu disampaikan oleh May Pandu (Aktivis Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Surabaya) ketika mengisi materi NGAJI BISNIS dalam pertemuan anggota binaan UKM Bina Mandiri Wirausaha (BMW) Lazismu Surabaya, Sabtu sore menjelang berbuka, tanggal 19 Juli 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya.

Oleh karena itu May Pandu mengajak 40 orang anggota binaan UKM BMW yang hadir untuk berbisnis dengan hati yang riang gembira dan bahagia. Nilai sosial dalam berbisnis adalah adanya saling take and give, saling membutuhkan, saling membantu, terutama antara pedagang atau pebisnis dengan pembeli atau kastamer. “Pedagang harus bersemangat dan bergembira ketika berangkat untuk berjualan, banyak senyum dalam melayani pembeli, dan melakukan komunikasi yang efektif dan ramah dengan pembeli guna memberikan layanan yang baik. Jika hal itu dilakukan maka akan terbina hubungan yang sangat akrab dengan pembeli. Jika sudah demikian maka order dan profit akan lancar jaya” kata Pandu.

Pedagang atau pebisnis yang sukses harus mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik dan efektif dengan kastemer atau pelanggan. “Pedagang yang selalu merengut, bermuka masam atau tidak ramah dalam melayani maka akan ditinggalkan oleh pembeli” tambahnya. May Pandu kemudian mengajak para hadirin Ngaji Bisnis yang sebagian besar adalah PKL dan usaha mikro sektor informal ini untuk memperagakan gerakan badan agar tampil bersemangat dan bergembira ketika melayani pelanggan. Kemudian disusul dengan diberikan tips-tips bagaimana pedagang membina dan membangun hubungan yang erat dengan konsumennya.

Selesai Ngaji Bisnis, acara kemudian diteruskan dengan pencairan pinjaman lunak Modal Usaha untuk beberapa kelompok usaha. Acara ditutup dengan berbuka puasa bersama untuk saling mempererat jalinan silaturrahim antar anggota binaan. (Adit-RED).

Jumat, 18 Juli 2014

BUKA POSKO PEDULI PALESTINA



Sebagai wujud kepedulian atas penderi-taan rakyat Gaza Palestina yang dibom-bardir oleh Zionis Israel dan juga sesuai dengan instruksi dari PWM Jawa Timur, maka Lazismu kembali membuka POSKO PEDU-LI GAZA PALESTINA di kantor Lazismu Surabaya, Gedung Dakwah Muhammadi-yah Jalan Sutorejo 73-77 Surabaya.

Selama bulan Ramadhan 1435 H Posko ini telah menerima sumbangan dari masyarakat dan Amal Usaha Muhamma-diyah dalam bentuk uang tunai. Dana yang telah terkumpul akan diserahkan ke-pada Kedutaan Besar Palestina di Jakarta melalui Pimpinan Pusat Muhammadiyah guna membantu rakyat Palestina dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan dan peralatan kesehatan. Partisipasi dari siswa-siswa Perguruan Muhammadiyah di Sura-baya dalam penggalangan dana Palestina ini cukup tinggi. Tak jarang mereka juga turun aksi ke jalan guna menyuarakan kepedihan dan keprihatinan mereka atas serangan Israel ke Palestina. (Adit-RED).

Kamis, 17 Juli 2014

BERBAGI KADO RAMADHAN 1435 H



Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Lazismu Surabaya senatiasa mengajak para dermawan dan donatur untuk melaksanakan kegiatan amal kebajikan, khususnya dalam memberikan kepedulian kepada sesama dalam bentuk santunan KADO RAMADHAN. Aksi sosial ini bertujuan untuk berbagi kegembiraan dan menjalin hubungan silaturrahim yang erat dengan warga kurang mampu, terutama bagi para janda dan warga Lanjut usia (Lansia).

     

Sebanyak 256 paket KADO RAMADHAN telah didistribusikan ke berbagai kawasan, seperti Mulyorejo (GDM), Sambikerep (Masjid At-Taqwa Beringin), Sawahan (Masjid Ukhuwah Putat Jaya) dan Pabean Cantikan (Masjid Dakwah Pemuda). Selain itu Lazismu Surabaya juga berpartisipasi memberikan santunan dalam acara Penyantunan Anak Yatim di Rumah Susun Sombo Surabaya. Santunan yang diberikan lebih bersifat konsumtif, yaitu berupa paket parcel (sembako) dan uang tunai sebagai persediaan bagi mereka yang menerima guna menyambut Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah. Paket yang dibagikan ini merupakan hasil penghimpunan infaq dan shodaqoh dari para dermawan dan donatur. (Adit-RED).

Senin, 14 Juli 2014

BUKA BERSAMA KOMUNITAS WARGA PEMULUNG DI MAKAM RANGKAH SURABAYA



Pada hari Senin sore tanggal 14 Juli 2014, Lazismu bersama para relawan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FKIP & alumni FIK UMSurabaya mengadakan Silaturrahim dan Berbuka Puasa bersama 250 warga Pemulung yang tinggal di pinggiran utara makam (kuburan) Rangkah kecamatan Simokerto. Sebelum waktu berbuka puasa, Lazismu dan para relawan mengajak warga di sekitar makam Rangkah tersebut untuk hidup sehat dengan menjaga dan merawat diri secara benar dan teratur. Acara diisi dengan demo bagaimana cara mencuci tangan yang sehat dan bersih serta cara menggosok gigi yang benar dipandu oleh Ust. Syahid Mujahid, alumni FIK Universitas Muhammadiyah Surabaya.



Kedatangan Lazismu disambut hangat oleh Abah H. Husein selaku Ketua RT sekaligus pimpinan Komunitas Pemulung Makam Rangkah yang merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Lazismu yang masih peduli dan berempati pada kehidupan mereka. Kehidupan para Pemulung di dalam kompleks makam Rangkah ini cukup memprihatinkan. Mereka hidup dalam lingkungan yang kurang sehat dan kumuh.



Ustadz Syamsun Aly selaku Ketua Lazismu berkesempatan memberikan sumbangan Al-Qur’an dan buku-buku tuntutan ibadah kepada Taman Baca yang ada di Komunitas tersebut. Ketika memberikan tausiyah Ustadz Syamsun mengatakan bahwa apa pun kondisi yang dialami warga jangan melupakan iman kepada Allah Swt dan pantang menyerah dengan keadaan. Ustadz Syamsun Aly menambahkan bahwa harus ada kesadaran dalam diri setiap warga untuk mau berubah menuju kehidupan yang lebih baik dan manusiawi. Disamping itu masalah pendidikan anak-anak harus diperhatikan. “Bagaimana pun upayanya yang penting anak-anak bisa sekolah karena dengan mendapatkan pendidikan yang layak merupakan jembatan bagi masa depan anak-anak” tambahnya. Acara kemudian diakhiri dengan berbuka puasa bersama ketika adzan maghrib berkumandang dan masing-masing warga mendapat nasi kotak dan takjil untuk berbuka. (Adit-RED).

KEBAJIKAN UNTUK UMAT

KEBAJIKAN UNTUK UMAT

KALAU BUKAN KITA YANG PEDULI, SIAPA LAGI??

KALAU BUKAN KITA YANG PEDULI, SIAPA LAGI??

CIMB NIAGA SYARIAH