PENGAJIAN PENCERAH

PENGAJIAN PENCERAH
Ayo Ngaji Rek!

REKAM JEJAK KEBAJIKAN

Loading...

Rabu, 25 Februari 2015

MUSIBAH DATANG TAK PILIH ORANG

 

Musibah datang memang tidak pilih-pilih orang. Orang mukmin, orang baik, orang biasa dan orang sholeh pun bisa dapat musibah. Tentu sebagai orang yang beriman senantiasa berfikir positif dan memandang bahwa musibah yang datang itu merupakan ujian yang jika kita lulus akan mendapatkan derajat yang mulia.

Itulah yang dialami oleh Bapak Amin Rachman, warga Mastrip Wiyung Surabaya. Pada tanggal 23 Januari 2015 lalu, kios pulsanya habis dilalap si ‘Jago Merah’. Beruntung api tidak melahap rumah tempat tinggalnya yang ada di belakang kios, walau bagian atapnya sempat terjilat api. Sumber kebakaran sebenarnya berasal dari tetangga sebelah kiri rumah yang juga merupakan tempat usaha. Diduga korsleting listrik yang menjadi penyebabnya. Maka kerugian materi bernilai puluhan juta rupiah pun tak terhindarkan. Usaha Bapak Amin berjualan pulsa terpaksa terhenti akibat kejadian itu.
 

Setelah melakukan berbagai upaya maka terkumpullah sejumlah dana untuk memperbaiki tempat usahanya. Oleh karena dana yang didapat terbatas maka hanya cukup untuk mengganti asbes pada bagian atap dan membersihkan puing-puing, mengingat kerusakan yang ditimbulkan oleh kebakaran itu cukup parah. Bapak Amin sempat meminta pertanggung-jawaban kepada tetangga yang menjadi sumber kebakaran namun hingga kini belum memperoleh kepastian.

Di tengah kesulitan mencari dana untuk memperbaiki tempat usahanya, atas saran salah seorang pimpinan Muhammadiyah Cabang Wiyung Bapak Amin kemudian mengajukan permohonan bantuan kepada Lazismu Surabaya.

Setelah berkas Bapak Amin masuk, selanjutnya Lazismu segera melakukan survei lokasi. Tak lama kemudian Lazismu memberi bantuan kepada Bapak Amin dengan membelikan bahan-bahan bangunan material yang akan digunakan untuk memperbaiki tempat usahanya menjadi lebih baik. Bantuan tersebut merupakan Program Benah Rumah Lazismu yang ditujukan untuk memberikan bantuan perbaikan rumah warga Muslim di Surabaya yang tertimpa musibah. (Adit-RED)

Minggu, 08 Februari 2015

KAJIAN ZAKAT & PENYERAHAN SANTUNAN DI PCM KARANG PILANG SURABAYA

Senantiasa Memberi untuk Negeri..


 
Foto Kajian tentang Zakat dan Sosialisasi Lazismu ke PCM Karang Pilang di Masjid Baitul Arqom Kedurus.. (Ahad pagi, 8 Februari 2015).


 
Foto penyerahan santunan (Sembako dan uang) kepada fakir-miskin (program LAPD) di Masjid Baitul Arqom Kedurus ba'da Kajian tentang Zakat dan Sosialisasi Lazismu ke PCM Karang Pilang.. (Ahad pagi, 8 Februari 2015).

**************

Lazismu Surabaya tak henti-hentinya senantiasa mengajak umat untuk berbuat kebaikan, mencegah kerusakan dan meninggalkan perbuatan yang sia-sia, sebagaimana perintah Allah Subhanahu wata’ala. Berbuat baik tidak selalu dengan pekerjaan yang sulit, namun perbuatan yang sederhana akan bermakna bila dilakukan dengan tulus dan ikhlas.

Oleh karena itu pada Awal bulan pebruari 2015 lalu, Lazismu Surabaya melaksanakan kegiatan Kajian Keliling, Sosialisasi Zakat dan memberikan santunan kepada para janda dan lansia dari warga kurang mampu. Kegiatan tersebut ditempatkan di Masjid Baitul Arqom, Jl. Kedurus Dukuh I, PCM Karang Pilang Surabaya.

Materi yang disampaikan berkaitan erat dengan kewajiban umat Islam untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas dalam berzakat dan bershodaqoh. Pembicaranya adalah ustadz Syamsun Aly selaku Ketua Lazismu Surabaya. Pada kesempatan tersebut ustadz Syamsun mengajak hadirin untuk senantiasa berjalan dengan berpegang teguh pada ajaran agama Islam yang salah satunya adalah kewajiban berzakat, karena termasuk dalam salah satu rukun Islam. Menurut Ketua Lazismu Surabaya itu saat ini ummat Islam terpuruk bukan hanya karena masalah lemah aqidah dan ibadahnya saja, melainkan juga muamalahnya yang juga jeblok yang ditandai dengan rendahnya kualitas bershodaqoh dan berzakat. Padahal Allah di dalam Al-Qur’an secara tegas memerintahkan ummat Islam agar mendirikan Sholat dan menunaikan Zakat. Zakat juga menunjukkan kesempurnaan seorang Muslim karena di dalam berzakat terdapat nilai kebaikan, hikmah dan kemanfaatannya bagi ummat manusia.

Alhamdulillah, saat ini ummat Islam sudah mulai meningkat kesadarannya dalam berinfaq dengan menjadi donatur tetap pada lembaga amil zakat yang tersebar di berbagai daerah. Namun demikian kesadaran ini harus ditingkatkan dari sekedar berinfaq ala kadarnya menjadi seorang Muzakki yang secara aktif menunaikan zakat dengan menghitung nilai zakat atas harta dan penghasilannya. Banyak ummat Islam dengan beragam profesi belum tersentuh atau pun bahkan tidak paham dengan zakat profesi.

Terakhir, ustadz Syamsun Aly mengajak 60 orang hadirin warga Mu-hammadiyah Karang Pilang untuk berza-kat melalui Amil yang terpercaya, yaitu Lazismu sebagai lembaga zakat nasional resmi yang didirikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Dengan berzakat mela-lui Lazismu, warga Muhammadiyah tidak hanya menunaikan kewajiban sebagai seorang Muslim namun juga berpartisi-pasi dalam program-program Persyarika-tan khususnya peningkatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan dakwah Islam.

Selain mengkaji ayat-ayat al-Qur’an tentang perintah zakat, acara diakhiri dengan penyerahan santunan berupa sembako dan uang dari Lazismu yang diserahkan oleh Suja’i dan Sunarko kepada 20 orang warga kurang mampu khususnya janda dan lanjut usia (lansia) yang ada di kawasan PCM Karang Pilang. Dalam kesempatan itu PCM Karang Pilang juga menyerahkan bantuan peralatan ke-pada beberapa PRM dan Amal Usaha Muhammadiyah yang ada di wilayahnya. Kegiatan Kajian dan Santunan keliling ini adalah program Back to Masjid Lazismu Surabaya yang dilakukan secara bergilir ke PCM-PCM yang ada di kota Surabaya, minimal satu bulan sekali. (Adit-RED).

Senin, 26 Januari 2015

MASA DEPAN DAKWAH ISLAM DI TANGAN PARA DAI MUDA


Oleh : Syamsun Aly, MA

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (QS. 3 / Ali Imran : 110)

Ciri khusus Persyarikatan Muhamm-adiyah adalah sebagai “GERAKAN ISLAM dan DA'WAH” di samping Gerakan Tajdid (pembaruan). Untuk itu maka tidak berlebihan jika kemampuan membaca al-Qur'an, pemahaman tentang Islam serta ghirah dalam menda'wahkan dan memperjuangkan Islam, itu dijadikan salah satu syarat jika ingin memimpin Mu-hammadiyah dan ortomnya. PW IPM Ja-wa Timur misalnya, pernah mensyaratkan bagi calon ketua umumnya minimal harus hafal juz Amma dengan fasih. Namun persyaratan serupa belum ada dalam pencalonan pimpinan Muhammadiyah.

Sebagai pengemudi gerbong nan amat besar (Muhammadiyah), mungkin-kah bisa membawa ummatnya kembali kepada al-Qur'an dan as-Sunnah, jika para sopirnya tidak faham rutenya (al-Qur'an dan as-Sunnah). Kata mantan Kakandepag Jatim DR. Mahmud Suyuti Allaahu yar-hamhu, saat membuka pelatihan Instruk-tur Perkaderan Muhammadiyah Pusat (BPK) di Bendul Merisi Surabaya, wong jembatannya putus (gak nyambung).

Pada sisi lain banyak Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang lom-pat pagar, hijrah ke ormas Islam lain yang dirasa lebih pas, karena mampu mengako-modir idealisme dan ghirah mereka dalam menda'wahkan serta memperjuangkan Agama Islam. Sementara dalam Institusi Muhammadiyah dirasa kurang, karena lebih disibukkan oleh rapat-rapat dan mengurus amal usaha yang ada. Padahal mereka semestinya adalah Pelopor, Pelangsung dan Penyempurna (P3) bagi cita-cita dan perjuangan Muhammadiyah.

Diakui atau tidak, banyak Da'i kharismatik dan ulama' Muhammadiyah Surabaya yang sudah tiada, menghadap ke haribaan sang Pencipta seperti; KH. Aunur Rofiq Manshur, K.H. A. Wahid Suyoso, K.H. Misbah, K.H. M. Anwar Zain, K.H. Bey Ari-fin, K.H. Juraid Mahfud, K.H. Abdullah Wa-si'an, Ustd. Multazam Masthur, Ust. Abdul-lah Shomad, K.H. Rahmat Abd. Mu'in, K.H. Muhammad Yazid dan lain-lain. Sehingga dikhawatirkan apa yang diungkapkan Rasulullah SAW. Menjadi kenyataan di Persyarikatan Muhammadiyah Surabaya.

Beliau bersabda “Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak mencabut Imu (agama) secara langsung dari hambaNya, namun dengan cara mengambil (mencabut nyawa) para 'alim (ulama'), sehingga apabila tidak ada lagi seorang yang 'alim, manusia (ummat) akan menjadikan pemimpin-pemimpin yang bodoh, dan ketika mereka dita-nya, akan memberikan fatwa tanpa dasar ilmu. Para pemimpin seperti ini akan tersesat dan menyesatkan orang banyak.” Na'uudzu billaahi min dzaalik...

DAI MUDA CAMP AJANG PEMBIBITAN DA’I PEMBERDAYA UMMAT


Masa depan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, gera-kan Dakwah dan Tajdid, tidak mungkin dilepaskan dari upaya-upaya pe-warisan keyakinan dan cita-cita hidup dan kepribadiannya kepada generasi muda pe-nerus, pelangsung dan penyempurna cita-cita perjuangan Muhammadiyah. Semen-jak awal kelahirannya usaha-usaha terse-but telah mendapatkan bentuknya seba-gai sistem perkaderan dengan kekayaan tradisi dan sibghoh Persyarikatan Muham-madiyah. Sistem tersebut telah berjalan hingga satu abad Muhammadiyah dengan berbagai dinamika, sebagai antisipasi atas perkembangan sejarah.

Namun demikian, akhir-akhir ini banyak disoroti bahwa perkembangan Muhammadiyah yang begitu pesat, baik di bidang organisasi maupun badan-badan usaha yang menjadi stakeholdernya, belum dapat diimbangi oleh jumlah dan mutu kader yang dihasilkannya. Apalagi apabila dikaitkan dengan keberadaan Muhammadiyah sebagai gerakan da'wah, begitu terasa minimnya kader-kader Mubaligh dan Dai yang mumpuni dalam menjalankan da'wah amar makruf dan nahi munkar.

Hal tersebut sering menimbulkan berbagai masalah dalam pengelolaan dakwah dan tabligh di lingkungan Persyarikatan. Keluhan dan kegelisahan banyak muncul diberbagai tempat, seperti kurangnya kader dan sumberdaya insani untuk mengelola kegiatan pengajian-pengajian dan majelis-majelis tafaqquh fiddin di lingkungan Muhammadiyah, sehingga banyak pengajian-pengajian dan majelis-majelis kajian intensif untuk kajian ilmu-ilmu agama menjadi berkurang. Belum lagi tantangan dakwah yang semakin kompleks, yang membutuhkan kader-kader Mubaligh dan Da'I yang di satu sisi memiliki kemampuan dalam tafaqquh fid din, tetapi juga kreatif dan inovatif dalam mengembangan metode dan pendekatan dakwah bil hal dalam menghadapi masyarakat yang terus berubah dan berkembang.

Menghadapi permasalahan ter-sebut diperlukan upaya-upaya serius guna melakukan rekonstruksi dan rekonseptua-lisasi perkaderan Muballigh dan Da'i Mu-hammadiyah sesuai dengan visi perjungan Persyarikatan dengan memperhatikan dinamika masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang.

Muhammadiyah memiliki tugas untuk melakukan rekonstruksi dan rekonseptualisasi serta aktualisasi metode dakwah yang lebih variatif, dan kekinian. Oleh karena itu, Majelis Tabligh, Lazismu, Pemuda Muhammadiyah dan MDMC bersinergi melalui program pembibitan Dai Muda Muhammadiyah tahun 2015, yang diharapkan dapat membentuk dan menghasilkan kader-kader Dai mulitalenta yang peka terhadap kebutuhan ummat, yaitu sebagai Dai pemberdaya ummat.

Sebagai aplikasinya maka sinergi 4 majelis/lembaga dan Ortom tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Pelatihan Dai Muda Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tang-gal 23-25 Januari 2015 di Balai Diklat Pon-dok Pesantren Darussalam Lawang. Tujuan dari program ini adalah untuk membentuk kader Da'i muda yang multi talenta, ener-jik dan kompeten, memiliki kepekaan sosi-al, responsif terhadap kebutuhan ummat, mempunyai kemampuan manajemen da’-wah yang prima dan komitmen member-dayakan ummat dengan berbasis kemandi-rian. Out-putnya nanti diharapkan para ka-der dapat mengisi Masjid/Musholla Mu-hammadiyah yang kekurangan da'i dan ke kampung binaan Lazismu.

Senin, 05 Januari 2015

PROGRAM BARU TAHUN 2015

       
Lazismu Surabaya senantiasa berupaya hadir menebar kepedulian, sesuai dengan motto “Memberi untuk Negeri” guna memberikan manfaat kepada umat terutama yang dalam kesusahan dan penderitaan.

Di tahun 2015 ini, Lazismu Surabaya masih tetap melaksanakan program-program keumatan sebagaimana tahun lalu, seperti Peduli Pendidikan, Aksi Peduli Sosial, Pemberdayaan Ekonomi, Da’wah Fisabilillah, Solidaritas Umat, Even Kurban, Back to masjid, Kampung Berdaya dan Indonesia Siaga, dengan aneka varian programnya seperti; Beasiswa, UKM BMW, Ngaji Bisnis, Youth Entrepreneurship, LAPD, Sankesmas, Baksoskes, Pengajian Pencerah dan sebagainya. Nah, untuk tahun 2015 ini sesuai dengan aspirasi dan usulan yang masuk maka perlu menambah varian program dalam bidang sosial dan pemberdayaan ekonomi, antara lain : Benah Rumah, Layanan Ambulan dan Rumah Wiramuda.

PROGRAM BENAH RUMAH adalah kegiatan penyediaan bantuan dana perbaikan rumah berukuran kecil yang sangat tidak layak huni atau rumah yang terkena musibah (bencana, kebakaran dan sebagainya) bagi masyarakat fakir-miskin di Surabaya. Program ini dimaksudkan agar rumah masyarakat fakir miskin tersebut menjadi layak huni dan lebih manusiawi.

PROGRAM LAYANAN AMBULAN berupa layanan ambulan gratis bagi masyarakat fakir-miskin di kota Surabaya. InsyaAllah pada tahun 2015 ini akan segera dilakukan penyediaan 1 unit ambulan guna melayani fakir-miskin yang membutuhkan jasa ambulan secara cuma-cuma.

PROGRAM RUMAH WIRAMUDA berupa sarana ekonomi kreatif produktif yang bersinergi dengan Panti Asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah, yang dimaksudkan sebagai ajang pembibitan wirausaha muda. Di rumah wiramuda ini kaum muda dididik berwirausaha secara praktis dengan memproduksi dan memasarkan produk barang dan jasa, sesuai dengan permintaan pasar.

Semua program-program itu tentunya tidak akan berjalan dengan baik jika tidak mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya para donatur dan muzakki. Oleh karena itu kami mengajak para donatur dan muzakki agar senantiasa menyisihkan sebagian hak (zakat 2,5%, 5%, 10% atau 20%), untuk memberdayakan kaum dhuafa dan perjuangan di jalan Allah, dan menggiatkan infaq dan shodaqoh. (Adit-RED).

KERJA KERAS, CERDAS DAN IKHLAS

Islam mengajarkan umatnya untuk tidak malas dan berpangku tangan. Dengan kata lain umat Islam harus bekerja demi mencapai apa yang diinginkan dan diharapkannya, baik dalam dimensi dunia maupun akherat. Bekerja secara profesional merupakan bidang kegiatan yang dijalani setiap orang sesuai dengan keahliannya yang menuntut kesetiaan (komitmen), kecakapan (skill), dan tanggung-jawab yang sepadan sehingga bukan semata-mata urusan mencari nafkah berupa materi belaka. Oleh karena itu setiap muslim dalam memilih dan menjalani profesinya di bidang masing-masing hendaknya senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kehalalan (halalan) dan kebaikan (thayyibah), amanah, kemanfaatan, dan kemaslahatan yang membawa pada keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Tentunya dalam menjalani profesi dan jabatan dalam profesinya hendaknya menjauhkan diri dari praktik-praktik korupsi, kolusi, nepotisme, kebohongan, dan hal-hal yang batil lainnya yang menyebabkan kemudharatan dan hancumya nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan kebaikan umum. Menjalani profesi juga harus dilakukan dengan sepenuh hati dan kejujuran sebagai wujud menunaikan ibadah dan kekhalifahan dbekeri muka bumi ini. Maka dari itu dalam menjalani profesi hendaknya sesama rekan sekerja mengembangkan prinsip bekerjasama dalam kebaikan dan ketaqwaan serta tidak bekerjasama dalam dosa dan permusuhan.

Kaum muslim di mana pun dan apapun profesinya hendaknya pandai bersyukur kepada Allah di kala menerima nikmat serta bershabar serta bertawakal kepada Allah manakala memperoleh musibah sehingga memperoleh pahala dan terhindar dari siksa. Rasa syukur itu hendaknya diwujudkan dengan menunaikan kewajiban kepadaNya, yakni beribadah (shalat, puasa, dan sebagainya) secara ikhlas, tawadhu’ dan berserah diri sepenuh hati. Umat Islam juga berkewajiban membayar zakat maupun mengamalkan shadaqah, infaq, wakaf, dan amal jariyah lain dari penghasilan yang diperolehnya serta tidak melakukan helah (menghindarkan diri dari hukum) dalam menginfaqkan sebagian rejeki yang diperolehnya itu.

Bekerja berarti mendayagunakan tubuh kita ini mulai dari otak hingga kaki. Oleh sebab itu bekerja tidak hanya sekedar bekerja keras dengan otot, namun juga bekerja cerdas dengan berpikir memutar otak serta bekerja ikhlas dengan hati yang jujur, bersih dan senantiasa berlapang dada. Sehingga kerja-kerja kita akan berbuah karya gemilang yang mencerahkan dan prestasi yang membanggakan. (dari berbagai sumber).

(Aditio Yudono, Sekretaris Lazismu Surabaya).

Jumat, 02 Januari 2015

AKSI PEDULI DI CAR FREE NIGHT NEW YEAR 2015



Tak dapat dipungkiri bahwa even perayaan malam tahun baru mase-hi memang lekat dengan hura-hura dan senang-senang, bahkan tak jarang ja-di ajang maksiat. Namun para Korps Rela-wan LPB (Lembaga Penanggulangan Ben-cana) PDM atau MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Surabaya ingin memberikan edukasi dan da’wah kepada masyarakat luas agar pada malam tersebut jangan terlalu bersenang-senang turun ke jalan namun hendaknya lebih memberikan kepedulian terhadap peristi-wa bencana dan musibah di tanah air.

Maka pada tanggal 31 Desem-ber 2014 malam bersamaan dengan Ba-zar Car Free Night yang diselenggarakan Pemkot, para relawan MDMC Surabaya menggelar tenda kepedulian di halaman Bank Mu’amalat Jalan Raya Darmo Sura-baya. Mereka mengisi malam menjelang pergantian tahun masehi tersebut dengan aksi penggalangan dana kemanusiaan. Se-lain itu mereka juga bekerja-sama dengan FIK Universitas Muhammadiyah Surabaya mengadakan baksos pemeriksaan keseha-tan, tensi darah, tes gula darah dan tes kolesterol gratis, serta putar film bencana.

Menurut Fery Yudhi Antonis, Ke-tua MDMC Surabaya, aksi ini bertujuan mengajak generasi muda agar bermuha-sabah terhadap peristiwa musibah dan bencana, seperti tanah longsor, banjir dan jatuhnya pesawat Air Asia di perairan In-donesia. “Mari berbagi dengan saudara kita yang tertimpa bencana dengan me-nyisihkan sebagian rizki” ajak Fery. “Dana yang terkumpul akan disalurkan ke Posko Bencana Alam” pungkasnya. (Adit-RED).

Sabtu, 27 Desember 2014

LAZISMU BANTU BENAHI RUMAH KEBAKARAN



  


Malang tak dapat ditentang, musibahpun tak kuasa dibendung. Itulah yang dialami oleh ibu Munasah, ibu Maimunah dan ibu Aminah, ketiganya masih sekeluarga, yang mendiami 3 rumah di Jalan Sutorejo 84-86, Mulyorejo, Surabaya. Pada akhir bulan Nopember 2014 lalu, tempat tinggal mereka bertiga yang masing-masing hanya sepetak itu habis dilalap si jago merah. Api cepat membakar seluruh rumah lantaran lantai dua rumah tersebut terbuat dari kayu, triplek dan asbes. Beruntunglah api tidak merembet ke tetangga sekitar.

Menurut salah seorang anggota keluarga, kebakaran terjadi akibat korsle-ting listrik ketika hujan lebat turun pada dini hari. Tak ayal 3 rumah petak yang sangat sempit dan didiami oleh belasan orang anggota keluarga itu hangus terbakar, ambruk dan tak dapat didiami lagi. Untuk sekedar istirahat dan tidur mereka pun menumpang tinggal di rumah kerabat dan tetangga yang ada di sekitarnya.

Guna mambantu membangun kembali tempat tinggal mereka, Lazismu Surabaya melalui program Benah Rumah Dhuafa (26/12/2014) memberikan bantuan berupa uang dan bahan bangunan. Bantuan diserahkan oleh Abah Wahid Syukur, Wali Amanah dan Sujatno, Dewan Pengawas Lazismu Surabaya, dengan harapan agar rumah mereka segera diperbaiki secara layak hingga dapat ditinggali. (Adit-RED).

PROGRAM

PROGRAM

JADILAH YANG TERDEPAN DALAM SETIAP AMAL KEBAJIKAN

JADILAH YANG TERDEPAN DALAM SETIAP AMAL KEBAJIKAN

Memberi untuk Negeri

Memberi untuk Negeri

MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-47

MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-47

INDONESIA SIAGA

INDONESIA SIAGA

CIMB NIAGA SYARIAH