Tampilkan postingan dengan label Peduli Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peduli Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Mei 2015

SAVE OUR SCHOOL



SD MUHAMMADIYAH 13 HENDAK BANGKIT DAN BERBENAH MENJADI SEKOLAH EXPRESI BERBASIS KARAKTER ISLAMI.. KENDALA YANG MENGHADANG ADALAH SDM PENGAJAR, TERBATASNYA SARANA-PRASARANA DAN HAMBATAN ADMINISTRASI BIROKRASI PADA DINAS INSTANSI TERKAIT.. MARI KITA BANTU SD MUHAMMADIYAH 13 AGAR BERKEMBANG MENJADI SEKOLAH UNGGUL BAGI GENERASI MUSLIM DI MASA DEPAN..

 
 

Senin, 01 Desember 2014

TALI ASIH PEDULI GURU



 

Guru ibarat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, begitu sebuah ungkapan berbunyi. Di tangan insan pendi-dik itulah masa depan anak-anak bangsa berada. Lebih-lebih guru mata pelajaran agama Islam. Menyadari hal itu Lazismu Surabaya pada tanggal 29 Nopember 2014 mengundang para guru Al-Islam-KM di lingkungan perguruan SD Muhammadiyah di Surabaya untuk bersilaturrahim di Resto Kampung Tahu. Dalam kesempatan itu Lazismu Surabaya menyerahkan Tali Asih dan bingkisan kepada para guru Al-Islam-KM yang secara simbolis diserahkan oleh Sujatno, M.Si., Wakil Ketua PDM Surabaya.

Dalam sambutannya, Syamsun Aly, M.A., Ketua Lazismu Surabaya, menya-takan bahwa peran guru agama (Al-Islam-KM) sangat menentukan akhlaq dan peri-laku peserta didik. Oleh karena itu pelajar-an Al-Islam-KM bukanlah pelajaran sam-pingan, namun harus menjadi mata pela-jaran utama, khususnya di perguruan Mu-hammadiyah. Sebelum beramah-tamah acara tersebut juga diisi dengan Tausiyah Parenting oleh Achmad Suja’i. (Adit-RED).

Senin, 13 Januari 2014

PENDIDIKAN MASIH TETAP MENJADI PERHATIAN UTAMA



Sebagai wujud kepedulian pada pendidikan generasi kita, LAZISMU Surabaya telah mengalokasikan dana untuk beasiswa, dengan nama program Ayo Belajar Rek!. Program pendidikan memang menjadi perhatian serius LAZISMU Surabaya. Untuk tahun 2013 lalu telah diberikan beasiswa kepada 160 penerima, antara lain; 82 anak SD, 44 anak SMP, 24 anak SMA/Kejuruan dan 10 orang Mahasiswa / mahasiswi senilai Rp. 131 juta rupiah.

Menurut Syamsun Aly, Ketua LAZISMU Surabaya, insya Allah untuk tahun 2014 program dana beasiswa ini akan ditingkatkan sehingga jumlah penerimanya bisa bertambah dan kehadiran LAZISMU dapat dirasakan manfaatnya. Disamping itu, yang terpenting menurut Syamsun Aly adalah bagaimana memberikan pembinaan kepada penerima beasiswa agar mereka dapat belajar lebih bersemangat dan mencapai prestasi yang diinginkan. Tidak hanya para siswa dan mahasiswa yang menjadi bidang perhatian dari LAZISMU Surabaya, para guru pun untuk tahun 2014 ini juga akan dialokasikan dana santunan, khususnya bagi guru-guru pada sekolah swasta kecil yang gajinya masih dibawah standar.

Program yang tak kalah pentingnya adalah bantuan operasional Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang ada di Masjid/Musholla. Tahun 2013 telah disalurkan kepada 20 TPQ, sedangkan tahun ini ditingkatkan menjadi 25-30 TPQ penerima. Memang dari segi nominal masih sangat kecil yakni Rp. 1,2 juta per-TPQ per-tahun, namun diharapkan dapat sedikit meringankan beban operasional TPQ. Oleh karena itu LAZISMU Surabaya juga akan mengembangkan keberadaan TPQ yang menjadi binaan, bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an Muhammadiyah (LPTPQMU) Surabaya. Bentuknya bisa berupa pendidikan dan pelatihan bagi pengeola dan pengajar (ustadz/ah) TPQ, serta akan diusahakan santunan-santunan lainnya yang dapat mendukung kinerja para ustadz/ah di masing-masing TPQ. Dengan demikian TPQ sebagai ujung tombak dakwah di bidang pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an dapat terus eksis keberadaannya. (Adit-RED).

Senin, 02 Mei 2011

MENCARI KEBENARAN SEJATI

Di kampusnya Universitas Muhammadiyah Surabaya, penampilan fisiknya tampak berbeda dengan mahasiswa lainnya yang berwajah Jawa-melayu. Apalagi ketika diajak ngobrol, logat Timornya terdengar kentara walau ia berbicara bahasa Indonesia. Mahasiswa Fakultas Hukum yang senantiasa akrab dengan kawan-kawannya ini memang berasal dari luar pulau, tapatnya dari daerah yang dulu pernah bergabung dengan NKRI.
“Assalamu’alaikum, saya Ahmad Men-des, asal dari Baucau, Timor Leste. Saya mahasiswa Hukum semester 2 di Unmuh dan baru sembilan bulan berada di Surabaya,” sapanya memperkenalkan diri. “Saya mualaf, dan panjang ceritanya mengapa saya sampai merantau dan berkuliah di kota ini” lanjutnya.

Sebagai seorang mualaf, perjalanan hidup Yos Martius Ximenes atau Ahmad Mendes memang penuh dengan rintangan. Pada awal ia memutuskan untuk menjadi seorang muslim penentangan tidak hanya datang dari lingkungan sekitarnya namun juga dari keluarganya. Apalagi di Timor Leste ummat Islam adalah minoritas. Namun hal itu tidak menjadikan dirinya berputus harapan. Mendes tidak sendirian karena salah seorang kakaknya dari 13 orang bersaudara di Baucau juga seorang muslim yang sedikit banyak telah memperkenalkannya kepada agama Islam.

Sebelum masuk Islam Mendes sebenarnya adalah seorang calon Pastor yang bersekolah di Sekolah Pastoran Katolik di Timor Leste. Masa depan cerah menantinya sebagai calon pemuka agama bagi masyarakat di daerahnya. Namun hatinya gelisah dan sering terjadi pertentangan batin karena mendapati kenyataan kehidupan beragama yang tidak sesuai dengan kebenaran dan senantiasa bertentangan dengan hati nuraninya. Pertentangan semakin memuncak manakala dalam sebuah Seminar Gereja ia mempertanyakan mengapa Pastor dan Suster dilarang menikah padahal sering terjadi hubungan diluar nikah diantara mereka. Mendes juga sempat mempertanyakan apakah seorang Pastor bisa menyampaikan pengampunan dan penebusan dosa umat manusia kepada Tuhan. Tak ayal pertanyaan-pertanyaan itulah yang memicu pertentangan hingga akhirnya dirinya dikeluarkan dari sekolah.

Selepas dari sekolah Pastoran, Mendes mulai mempelajari agama Islam, karena menurutnya kitab suci Al-Qur’an itu asli dan otentik karena tidak pernah mengalami perubahan setitik pun. Kemudian oleh kakaknya ia disarankan untuk pergi kepada K.H. Mustofa Muntazam di Pondok Pesantren Al-Hikmah Lamongan guna mengkaji lebih dalam tentang agama Islam. Setelah mantap, akhirnya Mendes mengucap dua kalimat syahadat dan menjadi seorang muslim.

Semangat belajarnya yang tinggi membuat K.H. Mustofa Muntazam memberikannya kesempatan berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan beasiswa dari kampus dan Ponpes. Masa depan cerah pun kembali bersinar menantinya. Selepas kuliah nanti Mendes berjanji untuk berdakwah di tanah kelahirannya, Timor Lorosae.

Sebagai penghargaan atas semangatnya yang luar biasa LAZISMU Surabaya berkenan memberikan bantuan berupa 1 unit sepeda sebagai sarana transportasi berkuliah pergi pulang dari asrama panti Asuhan Muhammadiyah Gresikan ke kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya. (Adit-RED).

Minggu, 01 Mei 2011

Motivation & Spiritual Building


Ujian Nasional seakan menjadi momok menakutkan bagi pelajar yang akan menghadapinya. Berbagai cara ditempuh oleh para pelajar agar ia lulus Unas dengan hasil sesuai yang diharapkan. Orang tua pun tidak ketinggalan ‘ambil tindakan’ agar putra-putrinya sukses menempuh ujian tersebut. Tidak sedikit pelajar dan orang tua yang menempuh cara-cara menyimpang, baik menyimpang dari aturan hingga penyimpangan di bidang aqidah karena menyerempet kepada hal-hal yang bersifat syirik.

Kondisi tersebut sangatlah berbahaya bagi pembentukan mental dan karakter pelajar dan juga generasi di masa depan. Pelajar merasa diberikan beban yang teramat berat sehingga tertekan dan ingin lari serta bebas dari beban tersebut. Keadaan itulah yang justru akan mengganggu aspek psikologis dan kejiwaan dirinya.

Menyadari hal itu LAZISMU Surabaya bekerjasama dengan MUST-B, lembaga training motivasi, selasa 5 April 2011 menyelenggarakan kegiatan MOTIVATION & SPIRITUAL BUILDING Training di Auditorium-A kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya. Training diikuti oleh 140 orang siswa/siswi dari SMA Muhammadiyah (3 & 7) dan SMA Taman Siswa kelas XII.

Dengan semangat untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, program pelatihan ini diadakan guna membentuk jiwa-jiwa Robbaniyah dengan karakter yang Islami ber-Mental pemenang. Secara khusus pelatihan memang ditujukan kepada siswa/i SMA) dalam rangka menyongsong Ujian Nasional (UNAS) tahun 2011, namun hasil dari pelatihan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dipandu oleh ustad Fery Yudi Antonis & team, MUST-B training berlangsung penuh semangat, dinamis, energik namun juga syahdu dan penuh tangis haru. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ENJOYFULL INNER JOURNEY (Perjalanan ke dalam jiwa yang menyenangkan), dalam bentuk klasikal dengan beberapa tahapan, sebagai berikut : Fasilitator akan masuk ke dalam dunia para peserta dan kemudian secara perlahan peserta diajak untuk membuka diri (Open Mind). Pada tahap selanjutnya peserta diarahkan untuk mengenali APA SIAPA SAYA (Self Identification) dan diarahkan untuk berpikir memahami TUJUAN HIDUP (The Meaning Full of Life). Jika telah menemukan tujuan hidupnya fasilitator mengejak peserta untuk melakukan PERJALANAN JIWA (The Soul Journey), memikirkan tentang PERJALANAN HIDUP (The Inner Journey) dan MENGHITUNG DIRI (Muhasabah). Terakhir peserta diarahkan untuk FOKUS (Re Focusing) pada tujuan. Sedangkan Output dari pelatihan ini peserta akan mendapat Pencerahan hidup (Enlighting Of Life), mendapat pengalaman bahwa hidup sekali dan harus berharga (Life must have added Value), mendapatkan semangat hidup (Re-Charge), mendapatkan pengalaman relaksasi dan terakhir, peserta akan mendapatkan pengalaman pemfokusan (Re-Focusing). Semoga Sukses menempuh Unas. (Adit-RED).

Rabu, 26 Januari 2011

LAZISMU PEDULI GURU


Pada tahun 2011 ini LAZISMU Surabaya meluncurkan program Peduli Guru dengan sasaran guru-guru sekolah Muhammadiyah dan sekolah Islam swasta lainnya yang notabene masih berada dalam kondisi kekurangan. Maksud dari program ini adalah memberikan perhatian dan kepedulian kepada insan pendidik yang dengan tanpa pamrih telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan. Bentuk konkrit program ini berupa santunan tali asih, peningkatan kesejahteraan dan peningkatan SDM guru.

Untuk itu tahap awal pada saat Launching Pusat Kegiatan Guru Majelis Dikdasmen PDM pada tanggal 15 Januari 2011 LAZISMU Surabaya telah memberikan paket santunan tali asih kepada 20 orang guru dengan pengabdian diatas 20 tahun. Paket peduli guru tersebut diserahkan oleh Wakil Walikota Surabaya Bambang DH. Kedepan program peduli guru nantinya tidak hanya pemberian santunan, namun juga akan dipikirkan program peningkatan kesejahteraan guru dan peningkatan SDM yang bekerjasama dengan Majelis Dikdasmen PDM Surabaya dan instansi terkait.

KADO RAMADHAN

KADO RAMADHAN

Jadual Imsakiyah Ramadhan 1437 H

Jadual Imsakiyah Ramadhan 1437 H

AKSI BERSAMA LAZISMU

AKSI BERSAMA LAZISMU

Tanggap Bencana

Tanggap Bencana

CIMB NIAGA SYARIAH