

Menjadi ustadz dan ustadzah di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) itu merupakan pengabdian yang sangat mulia. Apalagi mengajar di TPQ Masjid, Musholla atau Langgar kecil di kampung-kampung yang tingkat ekonomi masyarakatnya berada di level bawah. Tentunya honornya sangat kecil atau bahkan tidak ada honor sama sekali. Karena itu tingkat keikhlasannya luar biasa dan rasa pengabdiannya begitu tinggi. Semoga Allah Swt. memberikan pahala dan derajat yang mulia di akherat kelak. Aamiin.” demikian sambutan Syamsun Aly, M.A, Ketua Lazismu Surabaya, pada silaturrahim dengan 60 orang ustadz dan ustadzah dari 20 TPQ binaan Lazismu Surabaya, ahad tanggal 24 Agustus 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya.
Lazismu Surabaya, lanjut Syam-sun Aly, merasa berkepentingan dan ber-kepedulian terhadap keberadaan TPQ Masjid dan Musholla di kampung, karena lembaga itu merupakan ujung tombak dakwah Islam di tengah masyarakat. TPQ tidak hanya mengajarkan baca tulis Al-Qur’an saja, namun juga pembinaan aqi-dah, akhlaq dan ibadah santrinya. Sebagai wujud kepedulian itu maka Lazismu Sura-baya sejak tahun 2011 memberikan BOT (Bantuan Operasional TPQ) sebesar Rp.1,2 juta per-tahun per-TPQ kepada TPQ yang menjadi binaan Lazismu Surabaya. “Do’a-kan semoga di tahun anggaran 2015 men-datang bisa ditingkatkan jumlah nominal-nya dan TPQ yang diberikan BOT juga ber-tambah” pungkas Syamsun Aly.
