Tampilkan postingan dengan label bina mandiri wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bina mandiri wirausaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2014

MAJU TERUS PANTANG MUNDUR



Kerja keras, pantang menyerah, ulet dan kreatif harus menjadi sifat utama bagi seseorang yang ingin tetap survive dalam hidupnya. Pahit getir dan asam manis kehidupan senantiasa menjadi bumbu penyedap dalam perjuangan meraih impian dan harapan.

Demikian pula dengan kehidupan Syarifuddin, usahawan kantin di SMK Mu-hammadiyah 1 Kapasan Surabaya. Pria ke-lahiran Garut, Jawa Barat 50 tahun yang lalu ini memang sosok yang ulet dan pan-tang menyerah. Berbagai usaha dan peker-jaan pernah ia lakoni guna meraih impian hidup bahagia dan sejahtera lahir-batin.

Sejak tamat sekolah, 1980an, pak Syarif, demikian sapaan akrabnya, memang berniat merantau di Surabaya ikut sang kakak. Selama beberapa tahun ia ikut bekerja menjadi perajin sepatu di kawasan Kupang Krajan Surabaya. Ia pun kemudian mencoba menjadi pedagang kelontong dan gerabah yang menjajakan dagangannya dengan berkeliling kampung. Usaha ini ia lakoni dengan modal kecil, namun perputarannya agak lambat karena harus dikreditkan kepada pembeli. Tak puas dengan usaha itu, akhirnya ia banting setir dengan membuka usaha menjual makanan khas Bandung, Siomay dan Batagor di kawasan Siwalan Kerto depan kampus Universitas Petra Surabaya. Karena adanya penertiban di kawasan kampus itu, ia sempat berpindah-pindah tempat usaha dan menjadi PKL di berbagai jalan protokol di Surabaya.

Di kota Pahlawan ini pula ia me-nemukan jodohnya, sang isteri yang juga berasal dari Tanah Pasundan, tepatnya dari Tasikmalaya. Bersama sang pujaan hati ia berjuang keras mempertahankan hidup dan meraih masa depan di kota buaya ini hingga dikaruniai 2 orang anak.

Singkat cerita, setelah melalui proses yang sangat panjang, ia pun kini menjadi usahawan Kantin di SMK Muham-madiyah 1 Kapasan setelah mendapat pin-jaman modal usaha UKM BMW dan ban-tuan dari Lazismu. “Pokoknya maju terus pantang mundur!” mottonya. (Adit-RED).

Senin, 01 Desember 2014

CAK AFIT BANGGA PUNYA USAHA SENDIRI : MIE BAKSO & ES JUS


Warung lesehan Mie Ayam dan Es Jus yang terletak di Jalan Sutorejo, tepatnya di depan Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya, ini tak pernah sepi dan selalu ramai oleh pembeli. Walau hanya berukuran 5x5 m, warung ini penuh sesak oleh para pembeli dan penikmat Mie ayam. Mulai buka pada menjelang siang hari hingga tutup pada malam hari, pemilik warungnya tak pernah berhenti melayani setiap pengunjung yang hendak makan di tempat atau dibawa pulang. Pembelinya sebagian besar adalah dosen, karyawan, para mahasiswa dan mahasiswi kampus Unmuh dan juga kampus lain yang indekost di sekitar Jalan Sutorejo Surabaya. Tidak hanya itu, pesanan siap antar pun menjadi layanan spesial warung ini walau jaraknya tidak jauh dan hanya melayani tetangga dan perkantoran di sekitarnya. Pembeli yang sudah familiar dengan pemilik warung tinggal telepon untuk pesan, dan mie ayam beserta es jus aneka buah pun siap meluncur ke tempat pemesan.

Cak Afit, begitulah nama pemilik warung ini disapa dengan akrab. Walau sudah berusia kepala lima, namun ia adalah pekerja keras yang ulet dan tak kenal lelah. Sudah 10 bulan ia bersama sang isteri menjalankan usaha warung Mie Ayam dan Es Jus ini. Dalam sehari warungnya menjual sekitar 200 mangkok Mie ayam dan juga es Jus buah segar.

Sebelum membuka usaha, Cak Afit adalah pegawai Tata Usaha pada salah satu Sekolah Muhammadiyah di Mulyorejo. Ke-mudian terbetik impian dan keinginan dari Cak Afit untuk memiliki sebuah usaha agar terjadi peningkatan penghasilan dan tidak terus-menerus menjadi karyawan. Disamping itu ia juga punya se-bidang tempat usaha yang selalu ia kontrakkan ke orang lain. Pada saat kontrak itu habis ia tidak memperpanjangnya. Ketika Lazismu Surabaya mengadakan pelatihan produksi Mie-Bakso ia pun turut serta dan berkesempatan mendapat bantuan Rombong dari CIMB Niaga Syariah, serta pinjaman modal usaha dari UKM BMW. Tak lama setelah itu, mulailah ia menjadi Bos Warung Mie Ayam dan Aneka Es Jus Buah Segar. Semoga Sukses Cak!. (Adit-RED).

Sabtu, 19 Juli 2014

NGAJI BISNIS UKM BMW



Bisnis itu tidak semata-mata mencari keuntungan atau laba, melainkan juga bernilai spiritual guna mengembangkan potensi diri dalam rangka meraih pencerahan hidup. Jika bisnis hanya untuk mendapatkan profit dan mengejar harta saja maka ruh manusia sebagai makhluq sosial akan hilang. Hal itu disampaikan oleh May Pandu (Aktivis Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Surabaya) ketika mengisi materi NGAJI BISNIS dalam pertemuan anggota binaan UKM Bina Mandiri Wirausaha (BMW) Lazismu Surabaya, Sabtu sore menjelang berbuka, tanggal 19 Juli 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya.

Oleh karena itu May Pandu mengajak 40 orang anggota binaan UKM BMW yang hadir untuk berbisnis dengan hati yang riang gembira dan bahagia. Nilai sosial dalam berbisnis adalah adanya saling take and give, saling membutuhkan, saling membantu, terutama antara pedagang atau pebisnis dengan pembeli atau kastamer. “Pedagang harus bersemangat dan bergembira ketika berangkat untuk berjualan, banyak senyum dalam melayani pembeli, dan melakukan komunikasi yang efektif dan ramah dengan pembeli guna memberikan layanan yang baik. Jika hal itu dilakukan maka akan terbina hubungan yang sangat akrab dengan pembeli. Jika sudah demikian maka order dan profit akan lancar jaya” kata Pandu.

Pedagang atau pebisnis yang sukses harus mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik dan efektif dengan kastemer atau pelanggan. “Pedagang yang selalu merengut, bermuka masam atau tidak ramah dalam melayani maka akan ditinggalkan oleh pembeli” tambahnya. May Pandu kemudian mengajak para hadirin Ngaji Bisnis yang sebagian besar adalah PKL dan usaha mikro sektor informal ini untuk memperagakan gerakan badan agar tampil bersemangat dan bergembira ketika melayani pelanggan. Kemudian disusul dengan diberikan tips-tips bagaimana pedagang membina dan membangun hubungan yang erat dengan konsumennya.

Selesai Ngaji Bisnis, acara kemudian diteruskan dengan pencairan pinjaman lunak Modal Usaha untuk beberapa kelompok usaha. Acara ditutup dengan berbuka puasa bersama untuk saling mempererat jalinan silaturrahim antar anggota binaan. (Adit-RED).

Selasa, 25 Maret 2014

DARI SEKEDAR HOBI, KINI MAU BUKA GERAI


Awalnya hanya sekedar hobi dan coba-coba membuat kue dengan bahan-bahan yang ada di dapur, namun kini dua dara muda dari Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah-II Kebonsari ini tengah bersiap diri untuk menekuni usaha bisnis kue brownies. Mereka adalah Rina Izlatul Lailiyah dan Musdolifah, mahasiswi Unesa dan Unmuh semester akhir.

Dua gadis muda ini selalu ingin mencoba kreasi baru dengan makanan. Maka muncullah inspirasi untuk membuat brownies yang berbeda dengan brownies pada umumnya. Dengan motto “Lezat Menyehatkan” mereka berdua membuat kue brownies dengan mencampurkan bahan sayuran dan buah disamping bahan utama cokelat. Hasilnya adalah brownies buah dan sayuran dengan rasa segar dan menyehatkan.


Mulanya kue brownies buatan mereka itu dipasarkan kepada teman-teman kuliah, kerabat dan juga sesekali dijual pada even kegiatan ‘Aisyiyah. Karena laku, maka mereka pun merasa tertantang untuk memproduksi kue brownies walau di sela-sela kesibukan kegiatan kuliah.

Ketika LAZISMU Surabaya mengadakan Youth entrepreneurship Challenge mereka berdua ikut serta dan berhasil membuat proposal bisnis kue brownies untuk diaplikasikan menjadi sebuah brand/merek. Maka lahirlah merek “Vegan - Fruit & Vegetable Brownies”. Karena konsep mereka berdua jelas dan aplikatif, maka LAZISMU Surabaya berkenan memberikan bantuan modal usaha. Dengan modal itu impian mereka untuk membuka gerai atau counter kue brownies segera terwujud. (Adit-RED).

Selasa, 18 Maret 2014

BINA USAHA MIKRO UKM BMW LAZISMU SURABAYA


Kegiatan Bina Usaha Mikro yang dilakukan oleh Unit Keuangan Mikro Bina Mandiri Wirausaha (UKM BMW) LAZISMU Surabaya hingga kini masih terus berjalan. Saat ini sudah 150 orang terdaftar sebagai anggota binaan. Dari sekian jumlah itu sebagian besar adalah berusaha pada sektor informal seperti PKL, toko, warung, penjual sayur-mayur, bakso, pangsit, dan jasa.

Pembinaan yang dilakukan UKM BMW adalah dengan menggulirkan pinjaman modal usaha (tanpa bunga/jasa) dan terus mendorong agar mereka mau maju dan berkembang usahanya. Seperti pada pertemuan UKM BMW tanggal 15 Maret 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Arvi Irchami, pembina UKM, mengajak anggota BMW untuk berani keluar dari kemapanan. Artinya berani mencoba sesuatu yang baru, menjual barang yang baru, bahkan diversifikasi usaha baru. Jika mulanya anggota binaan hanya membuka toko kelontong atau warung makan sederhana, maka perlu keberanian untuk membuka usaha lain seperti warung kopi giras yang kini marak terdapat dimana-mana. Atau jika anggota dalam hal kemasan / bungkus barang dagangan hanya sekedarnya dan terkesan tampil asal-asalan, maka harus mencoba dengan design kemasan yang lebih baik dan menarik pembeli. Pendek kata dalam berbisnis jangan pernah takut melakukan terobosan baru guna meraih keuntungan maksimal.

Disamping pembinaan dengan pertemuan rutin di dalam kelas, monitoring dan evaluasi lapangan pun juga dilakukan. Selain untuk menjalin silaturrahim yang lebih erat dengan anggota, juga dimaksudkan untuk memberikan penyuluhan tentang usaha yang dijalankan oleh anggota. Dalam kegiatan kunjungan lapangan ini ditemui berbagai kendala yang dirasakan oleh anggota binaan, diantaranya masalah kesulitan mengatur cash flow, marketing, kualitas barang, kemasan, hubungan dengann pembeli / konsumen dan lain sebagainya. (Adit-RED).

Minggu, 20 Oktober 2013

BANYAK UKM TAK PERHATIKAN KEMASAN


Banyak usaha kecil / mikro yang tidak paham dan memperhatikan faktor kemasan (packaging). Mereka menjual produknya dengan kemasan ala kadarnya, tidak menarik, tidak higienis dan bahkan banyak yang hanya dibungkus dengan ‘tas kresek’. Tragisnya tidak sedikit ’tas kresek’ tersebut merupakan produk daur ulang yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Oleh karena itu pada tanggal 19 Oktober 2013 Unit Keuangan Mikro Bina Mandiri Wirausaha (UKM-BMW) LAZISMU Surabaya dalam pertemuan rutin kelompok usaha binaan membahas persoalan pengemasan produk (packaging), dengan narasumber Arvi Irchami, S.Pd (Guru SKM Muhammadiyah 2 Surabaya). Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada anggota kelompok binaan tentang pentingnya faktor kemasan

Selasa, 07 Mei 2013

SUKA DUKA KELOLA UKM BMW



Unit Keuangan Mikro Bina Mandiri Wirausaha (UKM BMW) bagaikan ‘kesatuan elit’ bagi LAZISMU Surabaya. Dengan tim kecil ia mampu bekerja secara efektif dan efisien, sesua target, serta tepat sasaran. Walau secara kelembagaan baru disahkan beberapa bulan lalu, namun kiprah Bina Mandiri Wirausaha sudah menyertai awal keberadaan LAZISMU Surabaya beberapa tahun yang lalu.

Selama beberapa tahun berja-lan, UKM BMW, yang kini dikomandoi oleh ustadz Sudja’i, tentu memiliki suka dan duka tersendiri bagi para pengelola-nya. Dalam menjalankan UKM BMW Us-tadz Sudja’i selaku manajer dibantu tiga orang ‘awak’, satu di bidang administrasi, yaitu Ainul Illah dan dua untuk tugas luar, yaitu Farid Usman Effendi yang menanga-ni survey anggota dan Aksar yang meng-’handle’ penagihan. Walapun UKM BMW hanya buka di hari Sabtu namun bukan berarti tidak ada pekerjaan karena tugas membina umat tidak akan ada habisnya.

Minggu, 24 Februari 2013

PENGAJIAN KELOMPOK BINAAN BINA MANDIRI WIRAUSAHA DIAKTIFKAN KEMBALI


Setelah sekian lama 'absen', Pengajian Kelompok Binaan program Bina Mandiri Wirausaha (BMW) LAZISMU Surabaya kini diselenggarakan kembali. Pada hari sabtu tanggal 23 Februari 2013 sebanyak 35 orang anggota binaan LAZISMU hadir di aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya guna mengikuti pembinaan usaha kecil, disamping mereka mengangsur dan menerima realisasi pinjaman. Hadirin yang 90% adalah kaum hawa tersebut antusias menyimak materi yang disampaikan oleh M. Arsyad, dari Unmuh Surabaya.

Kini acara tersebut dikoordinir oleh UKM BMW yang telah terbentuk beberapa waktu yang lalu, bekerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Surabaya. Materi yang disampaikan tidak hanya aspek keagamaan saja, melainkan juga sharing tentang permasalahan usaha sehari-hari. Selain itu nantinya juga akan dilakukan pelatihan ketrampilan kerja dan usaha, seperti kuliner, kemasan, marketing dan pembukuan.

 

Jumat, 09 Maret 2012

LKM BMW UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


Sebagai upaya untuk lebih meningkatkan program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi produktif maka LAZISMU Surabaya pada bulan ini akan melaunching ‘wadah baru’. Wadah yang dimaksudkan untuk pengembangan dan peningkatan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat itu bernama Lembaga Keuangan Mikro Bina Mandiri Wirausaha (LKM-BMW). Target dari LKM-BMW ini adalah terbentuknya wirausahawan-wirausahawan muslim, yang walaupun dalam skala kecil, namun mampu memberikan kehidupan dan kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat.

Sebenarnya ini bukan program baru melainkan pengembangan dan tindak lanjut dari program Bina Mandiri Wirausaha (BMW) yang telah dijalankan oleh LAZISMU hingga sekarang. Dengan kehadiran LKM ini LAZISMU akan lebih terarah dalam menyalurkan dana Z.I.S.-nya kepada upaya pemberdayaan yang lebih produktif.

Menurut Drs. Sujatno, Msi., Wakil Ketua PDM bahwa dengan adanya LKM-BMW ini diharapkan lebih fokus dan terarah dalam menjalankan peran dan fungsi pemberdayaan dan pendampingan kepada masyarakat dari sisi finansial. Selain itu LKM ini juga bisa mengembangkan potensi bisnis baru yang dapat diterapkan kepada warga binaan dan masyarakat pada umumnya. Contoh riilnya adalah program pemeliharaan dan penggemukan hewan qurban yang saat ini dilaksanakan oleh BMW LAZISMU itu akan membantu peternak dalam mengembangkan usahanya dan sekaligus menyediakan hewan bagi pelaksanaan ibadah qurban. Hasil keuntungan yang didapat akan dikembangkan lagi oleh LKM-BMW pada usaha-usaha lain yang produktif.(Adit-RED).

Minggu, 01 Mei 2011

PENGAJIAN KELOMPOK BINAAN APRIL 2011


Sabtu, 30 April 2011 sore di Gedung Dakwah Muhammadiyah, LAZISMU Surabaya melalui program Bina Mandiri Wirausaha (BMW) kembali lagi menyalurkan pinjaman modal usaha bergulir Rp. 4 juta kepada kelompok usaha Asoka (kelompok pedagang, katering dan warung di Darmokali) untuk mengembangkan usahanya.

Selain memberikan modal pinjaman hari itu juga digelar Pengajian Kelompok Binaan yang dihadiri sekitar 40 orang anggota dari 12 kelompok binaan LAZISMU Surabaya. Narasumber yang berkenan memberikan materi adalah Ust. Drs. Munawar M.Ag dari Depag. Materi yang disampaikan meliputi 7 kunci agar ummat Islam sukses dalam berwirausaha, yaitu harus berani mengambil resiko, sabar, tekun, ulet, jujur, utun dan hemat. Selain itu ibadah, do’a dan sedekah mutlak diperlukan agar usaha yang dilakukan barokah dan senantiasa diridhoi oleh Allah Swt. (Adit-RED).

Selasa, 19 April 2011

MEREALISASIKAN UNIT USAHA EKONOMI


Musyda Muhammadiyah tahun 2011 diharapkan membawa angin segar perubahan dalam dinamika pergerakan Persyarikatan di Surabaya. Salah satu bidang yang sangat ditunggu kiprahnya adalah bidang ekonomi. PDM Surabaya sangat berkepentingan mempersiapkan infrastruktur ke arah ini sehingga bidang ini mampu menjadi program unggulan Muhammadiyah Surabaya ke depan.

Dalam hal ini LAZISMU Surabaya berperan sebagai pelopor penggerak pemberdayaan ekonomi ummat telah mempersiapkan berbagai rancangan program dalam rangka sinergi terkonsolidasi di bidang ekonomi khususnya bersama Majelis Ekonomi PDM Surabaya.

Dalam hal pengembangan dan pemberdayaan ekonomi ummat nantinya LAZISMU bersama Majelis Ekonomi PDM yang baru akan mempersiapkan unit jasa keuangan mikro (BTM). Selain itu akan direalisasikan pendirian unit usaha yang berkaitan dengan kebutuhan ummat, seperti usaha supplier alat-alat kebutuhan amal usaha, usaha aqiqah/catering, penyediaan hewan qurban serta penyediaan daging ayam potong.

Menurut Ketua LAZISMU Surabaya Drs. Sujatno, M.Si, keberadaan unit-unit pengembangan usaha ekonomi tersebut sangat dibutuhkan oleh ummat sehingga harus dipersiapkan secara serius. Untuk permodalan LAZISMU Surabaya siap menyediakan, tentunya juga didukung oleh para investor. (Adit-RED).

Rabu, 06 April 2011

LAZISMU SURABAYA BANTU 2 KELOMPOK USAHA LAGI


Sabtu, 26 Maret 2011 di Gedung Dakwah Muhammadiyah, LAZISMU Surabaya melalui program Bina Mandiri Wirausaha (BMW) kembali menyalurkan pinjaman modal usaha bergulir kepada 2 (dua) kelompok usaha yaitu: Cempaka (kelompok pedagang di PRM.Kalibokor) dan Mandiri (kelompok PKL di Sutorejo). Masing-masing kelompok menerima 4 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya. Selain diberikan pinjaman mereka juga diajak untuk mengikuti Pengajian Kelompok yang diadakan setiap bulan. (Adit-RED).

Selasa, 11 Januari 2011

Ayo Dukung PANTI ASUHAN WIRAUSAHA Muhammadiyah Medokan Ayu Surabaya


MENGASUH DAN MENGASAH KEMANDIRIAN

Satu lagi program yang akan menjadi pilot project pengembangan SDM di bidang ekonomi telah digagas oleh Persyarikatan. Majelis KKM, Majelis Wakaf PDM dan LAZISMU Surabaya kini sedang mematangkan rencana pendirian Panti Wirausaha (Putri) Muhammadiyah Medokan Ayu Surabaya. Panti itu adalah rumah pengasuhan dan pembinaan anak untuk diasuh, dididik dan dikader menjadi kader wirausahawan-wirausahawati muda yang berjatidiri sebagai seorang Muslim dan berkepribadian Muhammadiyah.

Menempati rumah wakaf di Medokan Ayuk Blok MA/1-p 25 Surabaya Panti Asuhan ini nantinya akan menampung putra-putri dari keluarga yang kurang mampu untuk diasuh, dibina dan dididik sebagaimana layaknya pada Panti Asuhan yang sudah berjalan di Muhammadiyah namun diberikan bekal tambahan yaitu pengetahuan dan ketrampilan berwirausaha atau berbisnis secara praktik dan teori. Panti ini juga menyediakan berbagai fasilitas tambahan yang mendukung seperti unit bisnis minimarket, micro financial unit (BTM/BMT), peralatan pelatihan kerja, dan sebagainya.

Oleh karena itu dukungan dari semua pihak sangat diperlukan terutama dari induk Persyarikatan (PDM) agar proyek Panti Asuhan Wirausaha ini bisa berjalan sehingga dapat mengkader putra-putri Muhammadiyah menjadi wirausahawan muda yang berkarakter dan berjatidiri. Untuk Info dan donasi Hubungi : 081-65422473 Sujatno, 031-70128540, 081-23166184 M. Arif An. (Drs. Sujatno, MSi / Ketua LAZISMU Surabaya).

Rabu, 05 Januari 2011

SETETES EMBUN BAGI PKL


Pedagang Kaki Lima (PKL) identik dengan pengobrakan atau penggusuran. Tak jarang mereka menderita kerugian akibat tindakan penertiban itu. Karena itu LAZISMU Surabaya dengan program Bina Mandiri Wisausaha (BMW) memberikan pinjaman modal (tanpa bunga) kepada kelompok warung PKL yang berada di sekitar Gedung Dakwah Muhammadiyah. Per-kelompok (5 orang) mendapat kucuran modal Rp. 4 juta agar mereka dapat melanjutkan usahanya.
Ke depan LAZISMU akan memikirkan dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar para PKL tersebut dapat berjualan dengan aman dan tenang di tempat-tempat yang tidak melanggar aturan. (Adit-RED)

MENEBAR VIRUS WIRAUSAHA DI KALANGAN MAHASISWA


Sebagai generasi penerus bangsa, para mahasiswa muslim dituntut tidak hanya mengembangkan potensi akademiknya saja namun potensi diri lainnya juga harus senantiasa dieksplorasi demi kemajuan dan kegemilangan kehidupannya kelak.

Karena itu perlu pembinaan konkrit agar para mahasiswa muslim dapat menjalankan kegiatan akademiknya dan sekaligus dapat mengembangkan potensi dirinya agar di kemudian hari tidak bergantung pada pencarian pekerjaan namun dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Sebagai wujud komitmen pada pemberdayaan ekonomi dan pengembangan kewirausahaan LAZISMU Surabaya turut mengambil bagian dalam pembinaan mahasiswa MSCC yang tergabung dalam Forpama Jatim. Mereka adalah para mahasiswa dari berbagai Panti Asuhan di Jatim yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di Unmuh Surabaya. Base camp mereka adalah di sebuah asrama dekat Masjid Salman Al-Farisi Labansari untuk putra dan Jl. Sutorejo depan jalan masuk ke Masjid untuk asrama putri.

Dengan upaya kreatif para mahasiswa MSCC Jatim itu merintis usaha Fotocopy, rental dan pengetikan skripsi di salah satu stand di areal kampus Unmuh Surabaya. Modal awal berasal dari Forpama Jatim yaitu sebuah mesin fotocopy. Sebagai tambahan LAZISMU Surabaya memberikan bantuan modal kerja berupa 1 (satu) unit komputer lengkap dengan printer. Dengan modal itu para mahasiswa MSCC dapat menjalankan usaha mandiri mereka disamping kuliah sebagai tugas utamanya.
Ferry, Direktur MSCC Forpama Jatim, menyampaikan apresiasi kepada LAZISMU Surabaya yang turut memberikan perhatian kepada mahasiswa asuhannya, yang juga aktivis IMM, untuk dapat belajar berwirausaha secara mandiri. Karena itu sebagai bentuk kerjasama para mahasiswa MSCC juga akan membantu LAZISMU Surabaya dalam mensosialisasikan program-programnya dan mengembangkan jaringan donatur. (Adit-RED).

KADO RAMADHAN

KADO RAMADHAN

Jadual Imsakiyah Ramadhan 1437 H

Jadual Imsakiyah Ramadhan 1437 H

AKSI BERSAMA LAZISMU

AKSI BERSAMA LAZISMU

Tanggap Bencana

Tanggap Bencana

CIMB NIAGA SYARIAH