Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Oktober 2014

JIWA WIRAMUDA HARUS TERUS DIPUPUK


Pembinaan kewirausahaan muda memang harus terus dipupuk dan ditingkatkan. Generasi muda yang mau terjun berwirausaha perlu difasilitasi dan dilakukan pendampingan. Tidak melulu asupan teori dan motivasi saja, melainkan harus lebih menukik pada ranah praktis, termasuk praktik langsung berniaga di tengah khalayak.

Oleh karena itu program Bina Mandiri Wirausaha Lazismu Surabaya tidak hanya mengajak orang untuk Ngaji Bisnis, menyediakan pinjaman modal kerja dan pelatihan ketrampilan bisnis saja, melainkan juga memfasilitasi UKM binaan dan wirausaha muda dengan kegiatan BAZAAR sebagai ajang untuk ‘pelatihan praktis’ dan uji coba pemasaran produk agar jika terjun berwirausaha di masyarakat tidak canggung atau gagap dalam berbisnis.

Seperti pada Bazaar UKM dan Wirausaha Muda, Sabtu-ahad, 25-26 Oktober 2014 di halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya. Walau bazaar itu hanya sebagai kegiatan pendukung dari even utama yakni Lomba Milad dan Seminar Parenting serta Pengajian Pencerah, namun keikutsertaan 4 Perguruan Muhammadiyah, 14 UKM binaan Lazismu dan 3 perusahaan / corporate menunjukkan putaran ekonomi yang menggeliat walau dalam skala mikro. Dengan pengunjung kegiatan utama mencapai 500 orang lebih, maka sebagian besar stand ‘laris manis’ diserbu pembeli.

Minggu, 19 Oktober 2014

HARAM TAKUT BERBISNIS



Bisnis itu sederhana, jika anda ingin berpikir, bertindak dan percaya akan untung, maka bergeraklah untuk menjual lebih banyak dan mengerti tentang kualitas dan nama baik pelanggan anda, suatu saat kemudahan bisnis seperti air mengalir deras tanpa ada keragu-raguan. Itulah sepenggal prolog yang disampaikan oleh May Pandu Winoto (Wakil Sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Surabaya) dalam Ngaji Bisnis Unit Keuangan Mikro (UKM) Bina Mandiri Wirausaha (BMW), Sabtu 18 Oktober 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya.

Lebih jauh Pandu menjelaskan bahwa bsnis adalah kata singkat dan mudah melekat dalam ingatan, sering terdengar di telinga serta sering dijumpai dalam aktivitas sehari-hari di jalanan, pasar tradisional bahkan shopping di mall pun kita menjumpai aktivitas bisnis dimana-mana, akan tetapi masih banyak anggapan bahwa bisnis menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang. Masih banyak orang yang hingga saat ini tidak berani untuk membuka bisnis, bukan karena tidak berani dikarenakan tidak ada modal, tidak mampu menjual atau karena ada faktor lain yang mempengaruhi orang untuk memulai bisnis. Terkadang persepsi memulai bisnis masih ada stigma negatif tentang prasangka yang terlalu berlebihan seperti ketakutan-ketakutan dari diri sendiri atau menanamkan pengaruh negatif jika saya menjual ini dan itu, kalau tidak laku, kalau rugi, kalau bangkrut bagaimana ?

Minggu, 28 September 2014

BAHAGIA



Berbisnis memang harus dengan se-mangat dan rasa bahagia. Namun BAHAGIA yang disajikan pada ahad pagi, 28 September 2014 di halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Suraba-ya ini adalah singkatan dari “Bazar aHAd paGI bagi Anda” yang digelar oleh Unit Keuangan Mikro Bina Mandiri Wirausaha (UKM BMW) Lazismu Surabaya bersama jama’ah ‘Aisyiyah Surabaya.

Sebanyak 15 usaha anggota bi-naan UKM BMW Lazismu Surabaya turut serta menjajakan barang dagangannya. Usaha yang dijajakan antara lain; busana muslim, kerajinan/asesoris, kue kering, aneka kudapan, aneka nasi+lauk, tahu ‘mbledos’, aneka minuman segar, madu, jamu/obat herbal dan sebagainya. Bahkan seorang penulis dan penerbit buku-buku pendidikan pun turut mengisi stand.

Kegiatan ini memang untuk memeriahkan acara PENGAJIAN PENCERAH yang diselenggarakan tiap ahad keempat. Agar tidak hanya mengaji saja, maka penyelenggara memandang perlu dilakukan upaya pemberdayaan ekonomi dengan mengadakan kegiatan bazar. InsyaAllah bazar ini akan rutin digelar pada momen-momen kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah. (Adit-RED).

Minggu, 31 Agustus 2014

PELATIHAN SUSU KEDELAI DI KAMPUNG BERDAYA PUTAT JAYA



Program Kampung Berdaya Lazismu Surabaya terus berjalan memberikan pencerahan dan pemberdayaan kepada warga binaan, khususnya para ‘Wanita Harapan’ dan warga terdampak di bekas lokalisasi Putat Jaya. Walau masih terdapat penentangan dan penolakan dari sebagian tokoh RT/RW yang masih ‘dendam’ atas penutupan lokalisasi prostitusi, program dakwah ini tetap terus dilaksanakan tanpa terpengaruh oleh kondisi apapun.

Kegiatan pendampingan di kampung Putat Jaya terhadap mantan WTS tidak hanya dari segi aspek keagamaan saja namun juga aspek sosial ekonominya. Jika pada Juli 2014 yang lalu telah diberikan bantuan peralatan usaha dan diadakan kegiatan pelatihan motivasi wirausaha dan pesantren Ramadhan kepada para ‘Wanita Harapan’, maka pada hari ahad, 31 Agustus 2014, bertempat di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya dilaksanakan pelatihan ketrampilan produksi SUSU KEDELAI. Pelatihan ini bertujuan memberikan bekal ketrampilan agar mereka bisa mengembangkan usahanya. Jika selama ini mereka telah berwirausaha dengan membuka warung makan, toko kecil, Laundry dan aneka kue, maka dengan pelatihan ini mereka dapat menambah satu lagi jenis usahanya yakni Susu Kedelai.

Minggu, 27 April 2014

LAUNCHING BAKSOMU


Ahad pagi, 27 April 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya bertepatan dengan kegiatan PENGAJIAN PENCERAH dilakukan Launching KEDAI BAKSOMU. Launching KEDAI BAKSOMU ini ditandai dengan penyerahan logo KEDAI BAKSOMU dari Aditio (LAZISMU) dan M. Naf’an (Ketua Majelis Ekonomi PDM Surabaya) kepada Drs. Zayin Chudlori MA (Ketua PDM Surabaya). Hadirin peserta PENGAJIAN PENCERAH pun bersorak gembira karena oleh M. Naf’an dibagikan kupon untuk ditukar dengan semangkuk bakso gratis di KEDAI BAKSOMU yang ada di halaman Gedung Dakwah. “BAKSOMU ini selera kita semua dan berbeda dengan bakso lainnya karena bahan utamanya dari daging sapi asli tanpa campuran dengan daging lainnya, dengan komposisi bumbu yang ideal tanpa MSG” kata M. Naf’an berpromosi. “Karena ini perdana, maka semangkuk bakso boleh dicoba gratis. Silakan tambah sesukanya asalkan bayar” tambah M. Naf’an yang disambut gerr oleh para hadirin.



“Counter pertama kami di Gedung Dakwah ini. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan buka Counter KEDAI BAKSOMU yang kedua di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jika usaha KEDAI BAKSOMU berjalan lancar, maka akan dibuat sistem waralaba dan untuk tahap awal akan kami tawarkan ke kantin-kantin sekolah Muhammadiyah lebih dahulu. Setelah itu ke masyarakat umum” jelas M. Naf’an bersemangat. “Kita masih mempersiapkan segala sesuatunya agar usaha KEDAI BAKSOMU dapat sukses diterima pasar. Setelah itu baru ekspansi keluar” pungkasnya.



Tak pelak, selepas PENGAJIAN terjadi antrian panjang mengular di halaman Gedung Dakwah. Hadirin rela berpanas-panas mengantri untuk mendapatkan semangkuk BAKSOMU gratis. Setelah mencicipi semangkuk bakso, banyak yang menambah lagi dengan membeli beberapa bungkus bakso untuk dibawa pulang. “Alhamdulillah, rasanya enak, joss, dagingnya mantap!” kata beberapa hadirin setelah mencicipi BAKSOMU.

Selasa, 25 Maret 2014

DARI SEKEDAR HOBI, KINI MAU BUKA GERAI


Awalnya hanya sekedar hobi dan coba-coba membuat kue dengan bahan-bahan yang ada di dapur, namun kini dua dara muda dari Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah-II Kebonsari ini tengah bersiap diri untuk menekuni usaha bisnis kue brownies. Mereka adalah Rina Izlatul Lailiyah dan Musdolifah, mahasiswi Unesa dan Unmuh semester akhir.

Dua gadis muda ini selalu ingin mencoba kreasi baru dengan makanan. Maka muncullah inspirasi untuk membuat brownies yang berbeda dengan brownies pada umumnya. Dengan motto “Lezat Menyehatkan” mereka berdua membuat kue brownies dengan mencampurkan bahan sayuran dan buah disamping bahan utama cokelat. Hasilnya adalah brownies buah dan sayuran dengan rasa segar dan menyehatkan.


Mulanya kue brownies buatan mereka itu dipasarkan kepada teman-teman kuliah, kerabat dan juga sesekali dijual pada even kegiatan ‘Aisyiyah. Karena laku, maka mereka pun merasa tertantang untuk memproduksi kue brownies walau di sela-sela kesibukan kegiatan kuliah.

Ketika LAZISMU Surabaya mengadakan Youth entrepreneurship Challenge mereka berdua ikut serta dan berhasil membuat proposal bisnis kue brownies untuk diaplikasikan menjadi sebuah brand/merek. Maka lahirlah merek “Vegan - Fruit & Vegetable Brownies”. Karena konsep mereka berdua jelas dan aplikatif, maka LAZISMU Surabaya berkenan memberikan bantuan modal usaha. Dengan modal itu impian mereka untuk membuka gerai atau counter kue brownies segera terwujud. (Adit-RED).

Selasa, 18 Maret 2014

BINA USAHA MIKRO UKM BMW LAZISMU SURABAYA


Kegiatan Bina Usaha Mikro yang dilakukan oleh Unit Keuangan Mikro Bina Mandiri Wirausaha (UKM BMW) LAZISMU Surabaya hingga kini masih terus berjalan. Saat ini sudah 150 orang terdaftar sebagai anggota binaan. Dari sekian jumlah itu sebagian besar adalah berusaha pada sektor informal seperti PKL, toko, warung, penjual sayur-mayur, bakso, pangsit, dan jasa.

Pembinaan yang dilakukan UKM BMW adalah dengan menggulirkan pinjaman modal usaha (tanpa bunga/jasa) dan terus mendorong agar mereka mau maju dan berkembang usahanya. Seperti pada pertemuan UKM BMW tanggal 15 Maret 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Arvi Irchami, pembina UKM, mengajak anggota BMW untuk berani keluar dari kemapanan. Artinya berani mencoba sesuatu yang baru, menjual barang yang baru, bahkan diversifikasi usaha baru. Jika mulanya anggota binaan hanya membuka toko kelontong atau warung makan sederhana, maka perlu keberanian untuk membuka usaha lain seperti warung kopi giras yang kini marak terdapat dimana-mana. Atau jika anggota dalam hal kemasan / bungkus barang dagangan hanya sekedarnya dan terkesan tampil asal-asalan, maka harus mencoba dengan design kemasan yang lebih baik dan menarik pembeli. Pendek kata dalam berbisnis jangan pernah takut melakukan terobosan baru guna meraih keuntungan maksimal.

Disamping pembinaan dengan pertemuan rutin di dalam kelas, monitoring dan evaluasi lapangan pun juga dilakukan. Selain untuk menjalin silaturrahim yang lebih erat dengan anggota, juga dimaksudkan untuk memberikan penyuluhan tentang usaha yang dijalankan oleh anggota. Dalam kegiatan kunjungan lapangan ini ditemui berbagai kendala yang dirasakan oleh anggota binaan, diantaranya masalah kesulitan mengatur cash flow, marketing, kualitas barang, kemasan, hubungan dengann pembeli / konsumen dan lain sebagainya. (Adit-RED).

Minggu, 15 Desember 2013

PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT LAZISMU - CIMB NIAGA SYARIAH






Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) dan CIMB Niaga Syariah mempunyai komitmen bersama dalam rangka memberdayakan potensi umat Islam dalam bidang ekonomi. Seperti diketahui bahwa umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia lemah dalam penguasaan bidang ekonomi. Hal itu disebabkan karena berbagai faktor, baik historis, sistem maupun Sumber Daya Manusia (SDM) umat Islam sendiri. Komitemen tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu Pemberdayaan Ekonomi Umat. Untuk itu kedua institusi ini bersepakat untuk mengadakan CSR itu pada beberapa kota di Indonesia sesuai dengan tema besar program yaitu Back to Masjid (Kembali ke Masjid).

Salah satu kota yang dipilih menjadi area pengembangan adalah Surabaya. Agenda pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan meliputi seremoni dan testimoni tentang pengembangan usaha mikro, penyerahan Modal Bergulir Usaha Mikro, penyerahan bantuan Rombong PKL, Pelatihan Kewirausahaan Muda dan Pelatihan Produksi Mie-Bakso. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu - Ahad, tanggal 14-15 Desember 2013, bertempat di kantor jejaring LAZISMU Surabaya, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya, Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya.

Dari CIMB Niaga Syariah yang hadir adalah Direktur, Bapak Ulil Amri dan dari LAZISMU Pusat hadir Direktur Fundrising Nanang Q. El-Ghazal dan Program Manager Tatang Ruchiyat. Selain itu hadir pula Imam Subari dan Sujatno, keduanya adalah Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, para pimpinan Majelis dan Lembaga serta Ortom di bawah PDM Surabaya, para anggota binaan UKM BMW LAZISMU Surabaya dan seluruh peserta pelatihan kewirausahaan dan pelatihan ketrampilan produktif.

Rabu, 05 September 2012

BISNIS BAGI KAUM DHUAFA


Oleh : Andi Hariyadi, M.Pd.I
          Bisnis seringkali dikaitkan dengan para pemilik modal besar seperti investor, konglumerat dan sejenisnya. Mereka, disamping sebagai penguasaha juga sebagai penguasa karena memiliki kekuasaan atas jaringan bisnis yang dikembangkan, baik skala lokal, regional hingga global, sehingga pengaruh bisnisnya begitu kuat terasakan.
          Para pekerja mulai dari kelas eksekutif hingga buruh berbondong-bondong untuk bisa mencari nafkah di perusahaan yang dimiliki oleh investor dan konglomerat, karena memang menjanjikan. Mereka diberikan tunjangan dan intensif secara proporsional untuk meningkatkan kesejahteraannya. Bisnis yang dikembangkan investor dibangun oleh keyakinan dan tuntutan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya apapun resikonya. Maka seringkali terjadi upaya penyuapan pada pejabat guna memuluskan bisnisnya. Sering juga terjadi upaya penindasan pada sebagian masyarakat yang termarginalkan guna perluasan area bisnisnya. Kerusakan lingkungan yang terjadi tidak mengurangi nafsu untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.

Sabtu, 12 Mei 2012

AJANG PAMER BISNIS UKM


     Sementara Gerakan Muhammadiyah dalam bidang Pendidikan dan Kesehatan sudah sangat terasa dalam kehidupan masyarakat, namun dalam bidang ekonomi disadari belum dapat menunjukkan kiprahnya. Oleh karena itu perlu diwujudkan program pembinaan ekonomi Muhammadiyah yang nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat.
     Menyadari hal itu Majelis Ekonomi dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PCM. Krembangan berencana mengadakan Exprom (Expo Produk Masyarakat dan Muhammadiyah) 2012. Acara ini diadakan di pada tanggal 19 dan 20 Mei 2012 di halaman Giant, Jl. Rajawali Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu ajang promosi terutamanya bagi BUMM, Amal Usaha Muhammadiyah, Ortom, BUMN, swasta, perbankan syariah, pengusaha waralaba dan produk UKM ummat (masyarakat), khususnya produk para pengusaha Muhammadiyah.

Senin, 05 Maret 2012

WIRYONO HADI (ANGGOTA BMW) : KERJA KERAS ATASI KENDALA

Tantangan kehidupan yang semakin lama semakin keras dan kadang sulit untuk dinalar dengan logika tak meruntuhkan mimpi seorang wirausahawan kecil. Bapak Wiryono Hadi merupakan salah satu wirausahawan yang mulai merintis usaha sejak tahun 2002. Mulanya ia membuka usaha berjualan air mineral galon dan elpiji.

Tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup di dunia ini. Demikian tekadnya membangun semangat diri. Hanya dengan usaha, tekad yang kuat dan kerja keras akan membuahkan hasil yang gemilang. Modal tekad dan semangat itulah yang mampu membimbingnya untuk menekuni usahanya ini.

Pada awal membuka usaha wirausahawan ini mempunyai berbagai kendala seperti terbatasnya modal, pemasaran belum maksimal dan kesulitan dalam mengatur cash flow keuangan. Maklum usaha baru, masih perlu suntikan modal, penjualan belum maksimal, promosi kurang gencar dan pengelolaan keuangan untuk urusan usaha (bisnis) dan urusan keluarga yang masih bercampur jadi satu. Namun berbagai kendala dalam mengembangkan usaha tidak mengubur dalam-dalam semangatnya untuk terus berupaya keras dalam mendapatkan hasil atau laba usaha sebesar-besarnya. Satu persatu kendala itu dapat dipecahkan.

Akhirnya ia mendapatkan ide untuk melayani konsumen secara ‘jemput bola’ dengan door to door atau dari rumah ke rumah dengan pelayanan yang baik, ramah, cepat dan memuaskan, serta harga yang bersaing. “Yang terpenting adalah menjalin komunikasi dengan konsumen atau pelanggan” katanya. Ia pun pro-aktif menelepon pelanggannya untuk menawarkan daganngannya dan tidak sekedar menunggu ditelepon. Ketika pelanggan membutuhkan air mineral galon atau elpiji maka saat itu dengan segera ia mengantarkan pesanan ke tampat konsumen tersebut.

Setelah berjalan beberapa tahun ada keinginan untuk membesarkan usahanya ini. Berkat perjuangan dan do'a Bapak yang mempunyai dua orang anak dan bertempat tinggal di Jl. Platuk Donomulyo V / 18 Surabaya ini akhirnya diberikan jalan oleh Allah SWT yaitu mendapat pinjaman modal usaha (tanpa bunga) dari LAZISMU Surabaya, khususnya program Bina Mandiri Wirausaha. “Alhamdulillah mas, dengan bantuan dari LAZISMU Surabaya waktu itu, hal yang menjadi kendala utama bisa teratasi” ungkapnya kepada reporter majalah LAZISMU.

Keberhasilannya bejualan air mineral dan elpiji tidak membuatnya berhenti sampai disini. Ia kemudian mengembangkan usahanya dengan membuka usaha baru di bidang laundry atau jasa cuci pakaian. “Bisnis laundry saat ini cukup menjanjikan. Banyak orang saat ini yang semakin sibuk sehingga tidak sempat mencuci pakaiannya sendiri. Walau banyak saingan, insyaAllah peluangnya masih besar” katanya bersemangat. Ia berdoa dan berharap semoga usaha dan kerja kerasnya dapat membuahkan hasil sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Aan.Nobita.Adit-RED).

Senin, 05 Desember 2011

WORKSHOP ENTREPRENEURSHIP

PENTING UNTUK KAUM MUDA!!
Workshop Entrepreneurship..
"Pentingnya Entrepreneurship Untuk Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Strategi Peluang Usaha"

Ahad, 25 Desember 2011 di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya.

Ingin ikut??
Hubungi 031-3824240 Eko
atau 031-3824230 Ulum dan 031-71802804 Pandu
Ayo segera daftar, tempat terbatas!

Diselenggarakan oleh : Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM. Surabaya.
Didukung oleh : LAZISMU Surabaya

Yang Hebat,
Yang Berwirausaha!!

KADO RAMADHAN

KADO RAMADHAN

Jadual Imsakiyah Ramadhan 1437 H

Jadual Imsakiyah Ramadhan 1437 H

AKSI BERSAMA LAZISMU

AKSI BERSAMA LAZISMU

Tanggap Bencana

Tanggap Bencana

CIMB NIAGA SYARIAH